Delapan Desan Kelurahan di Sampang Menjadi Langganan Banjir

SENIN, 24 OKTOBER 2016

SAMPANG —  Ribuan Kepala Keluarga (KK) di lima desa dan tiga kelurahan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terus menjadi langganan banjir pada saat musim hujan. Hal itu diakibatkan karena wilayah tersebut merupakan daerah cekungan, sehingga apabila diguyur hujan dengan waktu lama dan intensitas cukup tinggi sungai yang berada di tengah kota itu tidak mampu menampung air dan akhirnya meluap hingga merendam rumah-rumah penduduk.
Sejak tiga puluh tahun silam, 4000-an Kepala Keluarga (KK) tinggal daerah yang dikenal dengan kota Bahari ini memang menjadi langganan banjir. Mereka yakni Desa Kamoning, Tanggumong, Pasean, Panggung dan Gunung Maddah, Kelurahan Dalpenang, Rongtengah dan Kelurahan Gunung Sekar.
“Sebanyak 21.000 jiwa yang menjadi dampak bencana banjir, itu mereka berada di lima desa dan tiga kelurahan. Jadi secara keseluruhan ada delapan daerah,” kata Wisnu Hartono, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Senin (24/10/2016).
Disebutkan, ketinggian banjir yang melanda cukup bervariasi sesuai letak ketinggian desa dan kelurahan itu sendiri, bahkan ada yang ketinggian airnya mencapai 1,5 Meter, sehingga apabila disusul dengan adanya hujan ketinggian banjir kemungkinan besar akan mengalami peningkatan. Tetapi ketika pada hari ini tidak lagi terjadi hujan di wilayah utara daerah ini, maka dalam waktu dekat banjir tersebut akan segera surut.
“Kalau ketinggian banjir yang paling terparah yaitu di kawasan Kelurahan Dalpenang, ketinggian air bisa mencapai 1,5 Meter. Sedangkan daerah lain itu tidak separah daerah tersebut, karena ketinggian airnya masih dibawah 1 Meter,” jelasnya.

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul

Lihat juga...