Cuaca Ekstrem Membuat Petambak Udang Sumenep Ketakutan

KAMIS 27 OKTOBER 2016 

SUMENEP — Akibat kondisi cuaca yang sangat tidak menentu membuat petambak udang di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai merasa ketakutan. Pasalnya dampak cuaca yang kurang bersahabat tersebut banyak udang milik petambak mati.  Mirisnya udang-udang yang dipelihara itu masih belum cukup umur untuk di panen, sehingga apabila dipaksakan dipanen akan dibeli dengan harga yang cukup rendah.

Banyaknya udang yang secara perlahan-lahan mati diduga akibat cuaca yang kurang baik, karena ketika siang hari permukaan air sangat panas dan apabila malam hari dasar air di tambak juga panas, sehingga itu sangat berdampak kurang baik terhadap kondisi kesehatan udang tersebut. Bahkan dari hari ke hari udang yang ada ditambak terus berkurang karena banyak mati, akibatnya petambak semakin kebingungan dengan kondisi tersebut.
“Dengan kondisi cuaca yang sangat tidak menentu membuat udang milik petambak yang ada di daerah ini mati, makanya para petambak mulai ketar ketir, karena mereka khawatir udangnya semakin banyak yang mati. Sebab udang tersebut masih berumur muda dan belum waktunya panen, sehingga mereka terancam mengalami kerugian,” kata Firdaus, salah seorang pemilik tambak udang di Kabupaten Sumenep, Kamis (27/10/2016).
Disebutkan, bahwa kematian udang akibat kondisi cuaca ekstrem memang sudah berjalan sejak awal musim hujan tiba, namun yang semakin parah dan banyaknya udang mati tersebut terjadi sejak dua minggu terakhir. Hal itu jelas menambah ke khawatiran petambak, karena mereka takut udang peliharaannya ludes tanpa di panen. Maka dari itu mereka akan tetap berupaya semaksimalkan mungkin melakukan perawatan supaya tidak semakin banyak udangnya yang mati akibat dampak cuaca ekstrem.
“Kita hanya bisa berusaha merawat semaksimal mungkin agar udang peliharaan ini tidak semakin banyak yang mati. Karena jika udang yang kami pelihara ini banyak mati, maka jelas kerugian sudah ada dihadapan para petambak,” jelasnya.
Sampai saat ini umur udang garapan petambak masih mencapai mencapai 50 hari, sehingga jika dipanen seumur itu harganya akan anjlok, karena umur yang normal seharusnya mencapai 90 hari untuk masa panen.

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Irvan Sjafari / Foto : M. Fahrul

Lihat juga...