Banyak Lahan Rakyat Dikuasai Investor, Kondisi Sosial di Sumenep Mulai Terancam

RABU, 26 OKTOBER 2016

SUMENEP — Banyaknya lahan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang telah dibeli dan dikuasai investor mulai membuat gelisah masyarakat setempat. Pasalnya lahan-lahan yang dimiliki perusahaan tersebut sangat mengancam kondisi sosial masyarakat yang ada di sekitar tempat itu, sehingga mereka akan merasa asing ataupun diasingkan di daerahnya sendiri.
“Dengan banyaknya lahan rakyat yang dimiliki investor akan berdampak buruk terhadap generasi selanjutnya. Sebab dengan banyaknya tanah yang dikuasai investor, maka akan sangat berdampak pada kondisi sosial masyarakat sekitar. Mereka secara otomatis akan asing di daerahnya sendiri,” kata Ahmad Zainullah, salah seorang Tokoh Pemuda Kabupaten Sumenep, Rabu (26/10/2016).
Sebagian kalangan masyarakat mulai mengkhawatirkan, apalagi daerah ini mayoritas masayarakat bermatapencaharian sebagai petani, sehingga apabila tanahnya dijual dan dikuasai investor, maka otomatis nantinya mereka tidak akan bisa bercocok tanam lagi.
Disebutkan, investor yang membeli tanah rakyat tersebut sangat jelas membawa kepentingan bisnis yang luar biasa, bahkan mereka sama sekali tidak akan memperhatikan kondisi sosial sekitar tanah yang mereka beli. Sehingga mereka tidak ingin tahu dampak maupun keresahan masyarakat yang dialami pasca adanya tambak udang, akibatnya yang sangat dirugikan adalah masyarakat itu sendiri.
“Salah satu contoh tambak udang yang ada di Desa Lombang, Kecamatan Batang-batang. Mereka memagar tambak dengan tidak mempedulikan satu petak tanah rakyat yang tidak dijinkan untuk dibeli oleh perusahaan. Sehingga pemilik tanah itu kebingungan apabila hendak mendatangi lahannya, karena sudah tidak memiliki jalan akses masuk ke tanahnya sendiri,” jelasnya.
Akibatnya sang pemilik tanah yang berada ditengah tambak tidak secara leluasa menggarap lahan yang satu petak tersebut, bahkan mereka harus ijin kepada pemilik tambak. Selain itu akses jalan masyarakat juga ditutup demi kepentingan perusahaan.
“Ini masih permulaan, maka apa yang akan terjadi dikemudian hari ketika lahan rakyat semakin banyak dikuasai investor. Jadi pemerintah jangan hanya diam saja, tetapi mengambil langkah kongkrit, agar ancaman terhadap kondisi sosial di masyarakat  tidak semakin parah,” pungkasnya. 

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul

Lihat juga...