Kreasi Unik Taxidermy Berbahan Kayu ‘Omnipola’ Mulai Diminati Masyarakat

RABU, 26 OKTOBER 2016

MALANG — Jika biasanya kerajinan Taxidermy berasal dari kulit atau bagian tubuh hewan asli, lain halnya dengan seorang pemuda di Malang yang justru menggunakan bahan dari kayu untuk membuat kerajinan bertemakan Wooden Taxidermy (3D Puzzle) yang di beri nama ‘Omnipola’. Taxidermy sendiri adalah seni pemasangan atau kegiatan mereproduksi hewan yang sudah mati (pengawetan hewan) untuk dijadikan sebagai media pembelajaran maupun pajangan.
“Kami dari Omnipola berkreasi dengan olah polah hewan-hewan. Jadi produk unggulan kami disini yaitu Deer head (kepala rusa) berupa puzzle yang terbuat dari kayu sehingga bisa di rangkai atau dibongkar pasang,” jelas Sabas Sadrakh, pemilik Omnipola di Malang, Senin (24/10/2016).
Menurutnya, hasil karyanya tersebut bisa dijadikan ornamen dinding yang atraktif dan unik untuk keperluan dekorasi di ruang tamu, kantor, cafe, ruang kerja maupun studio.
“Ide awalnya saya lihat di luar negeri, ada yang mebuat kerajinan bertemakan Taxidermy tapi dari bahan kardus. Tetapi jika bahannya terbuat dari kardus menurut saya tidak bisa bertahan lama. Dari sana kemudian saya iseng-iseng bikin dari bahan kayu meranti maupun pinus,”ceritanya.
Setelah melihat pasar di Indonesia dan ternyata kerajinan seperti ini belum terlalu ramai, akhirnya ia coba memproduksinya lagi untuk dijual.
“Alhamdulillah setelah coba untuk dijual, ternyata produk saya cukup diminati masyarakat,”ujarnya.
Sabas melanjutkan, meskipun usahanya ini masih terbilang baru karena baru dirintis pada bulan Mei tahun ini, tetapi pemasaran produknya sudah sampai ke Surabaya, Bandung dan Jakarta.
“Sementara ini kami memasarkannya melalui Instagram Omnipola dan di acara-acara pameran,”ucapnya.
Untuk harga, tergantung ukuran kepala Rusanya. Ada tiga jenis ukuran yakni ukuran M dengan harga Rp.450 ribu, ukuran L harganya Rp.550 ribu dan Rp. 650 ribu untuk ukuran XL. Selain berupa kepala Rusa, pihaknya juga menyediakan produk baru yaitu kepala Kerbau.
“Kami juga ada produk manik-manik dan jam dinding berbahan kayu dengan tema hewan seperti kucing, burung hantu, anjing maupun panda. Untuk jam, harganya hanya Rp. 100 ribu,” tambahnya.
Sementara itu, dalam memproduksi produk Omnipola, Sabas mengaku tidak mengerjakannya sendirian tetapi dibantu oleh tiga orang temannya. Tempat produksinya sendiri berada di jalan Dr. Wahidin 106 Lawang.
“Bagi yang berminat dengan produk kami, bisa memesan terlebih dulu dengan masa pengerjaannya kurang lebih 13 hari. Kami baru produksi jika ada pesanan saja,”pungkasnya.

Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq

Lihat juga...