![]() |
| Mencoba menyablon kaos |
![]() |
| Meninjau hasil karya sablon santri peserta diklat |
Santri peserta diklat, Muksinin, mengaku sengaja membuat gambar tersebut sebagai ungkapan terimakasih sekaligus menyambut kedatangan Titiek Soeharto dalam acara penutupan diklat tersebut. Muksinin mengaku senang, karena dengan mengikuti diklat tersebut ia menjadi memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah selesai belajar agama di pondok.
![]() |
| Melihat kegiatan sablon para santri |
Sementara itu, Titiek Hediati Soeharto yang juga merupakan Pembina Yayasan Dharmais, mengatakan, diklat keterampilan kerja bagi para santri tersebut merupakan program yang diadakan rutin setiap tahun oleh Balai Diklat Yayasan Dharmais sebagai salah satu tindak lanjut dari komitmen yayasan yang didirikan oleh Pak Harto sejak 8 Agustus 1975 itu, dalam upaya mengatasi berbagai masalah sosial dan membina warga tidak mampu agar bisa berguna bagi masyarakat dan negara serta meningkatkan kesejateraan rakyat.
![]() |
| Hasil karya sablon para santri |
Diklat PSPUP Angkatan Ke-42, lanjut Titiek, diadakan bekerjasama dengan Robithoh Ma’ahid Islamiyah (RMI) DI Yogyakarta dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kulonprogo. Hadir dalam penutupan diklat, Ketua RMI DIY, Kyai Haji Abdul Syakur, Ketua Balai Diklat Yayasan Dharmais Kulonprogo, Bari Hadi Prayitno, Wakil Ketua Yayasan Dharmais Kulonprogo, Indra Kartasasmita dan Sekretaris Yayasan Dharmais, Isantoso, serta jajaran muspika dan muspida setempat.
![]() |
| Foto bersama santri peserta diklat |
Ketua RMI DIY, Kyai Haji Abdul Syakur mengatakan, terdapat lebih dari 300 pesantren di Yogyakarta dan 70-an pesantren di Kulonprogo tergabung dalam RMI. Dari pondok pesantren sebanyak itu, katanya, tidak semua membekali santrinya dengan keterampilan produktif. Sementara, tidak semua santri nantinya akan menjadi kyai, sehingga diperlukan pelatihan keterampilan khusus sebagai bekal bekerja para santri setelah selesai dari pondok pesantren.
“Karena itu, PSPUP ini merupakan upaya Yayasan Dharmais dalam memberikan bekal bagi para santri selepas dari pesantren” ujar Kyai Syakur, sembari menambahkan, dalam program PSPUP tersebut nantinya juga akan diberikan pendampingan usaha.



