Truk Mulai Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni Meski Antrian Padat

MINGGU, 10 JULI 2016

LAMPUNG — Puluhan kendaraan jenis truk non sembako dan truk sembako mulai menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni. Lampung menuju Pelabuhan Merak Banten. Puluhan truk tersebut bahkan telah berada di area parkir dermaga tiga sejak subuh dan mulai masuk ke kapal bersama ratusan kendaraan jenis lain yang telah mengantri sejak subuh. Keterlambatan kedatangan kapal dari Pelabuhan Merak Banten menuju Pelabuhan Bakauheni mengakibatkan sejumlah dermaga di Pelabuhan Bakauheni dipenuhi pemudik arus balik menggunakan kendaraan yang akan menyeberang menggunakan jasa kapal roll on roll off (Roro).
Salah satu pengemudi truk ekspedisi, Andi (40) mengaku mulai mengantri sejak subuh dan baru bisa masuk kapal di dermaga tiga menunggu prioritas kendaraan pribadi dan kendaraan roda dua. Ia mengaku meski bukan truk sembako namun masih tetap melintas melalui Pelabuhan Bakauheni meski larangan truk menyeberang masih diberlakukan dari H minus 5 hingga H plus tiga.
“Kalau hitungan kami hari ini sudah h plus empat karena dihitung dari hari pertama lebaran Idul Fitri dan saat kami membeli tiket juga kami tidak dilarang menyeberang dan sudah boleh melintas melalui pelabuhan penyeberangan Bakauheni,”ungkap Andi saat ditemui di dermaga tiga pelabuhan Bakauheni, Minggu (10/7/2016)
Sesuai Peraturan Kementerian Perhubungan, truk non sembako dilarang menyeberang melalui kapal roro sejak H minus 5 hingga H plus empat lebaran. Keputusan larangan truk non sembako dilakukan untuk memberi prioritas bagi pemudik dalam arus mudik dan arus balik pengguna kendaraan pribadi dan kendaraan roda dua.
Selain truk di sejumlah dermaga mulai dermaga 1 hingga 6, ribuan kendaraan masih mengantri menunggu kapal yang datang dari Pelabuhan Merak Banten. Sebagian besar kendaraan pribadi, bus, kendaraan roda dua terlihat mendominasi area parkir di semua dermaga. Masih mengalirnya pemudik dalam arus balik melalui pelabuhan Bakauheni sempat mengakibatkan kemacetan lalu lintas dari pintu masuk pembelian tiket hingga pasar Bakauheni sejauh 2 kilometer meski akhirnya bisa terurai sejak subuh.
Hingga hari ketiga lebaran sesuai data PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) jumlah penumpang yang naik dari Pelabuhan Bakauheni dalam kurun waktu 24 jam mencapai 117.020 orang penumpang terdiri dari sebanyak 23.268 orang penumpang pejalan kaki dan sebanyak 93.752 orang penumpang dalam kendaraan. Peningkatan jumlah penumpang menggunakan kendaraan roda dua juga terjadi dari sebelumnya 6.011 unit di hari sebelumnya meningkat menjadi 10.988 unit pada hari ketiga lebaran.
“Arus balik masih akan terus mengalir karena sejumlah pemudik diprediksi masih menghabiskan masa liburan di kampung halamannya di Lampung dan sejumlah wilayah di Pulau Sumatera,”ungkap General Manager PT ASDP Bakauheni, Eddy Hermawan.
Eddy mengaku arus balik melalui Pelabuhan Bakauheni hingga hari ini telah dilayani oleh sebanyak 27 kapal roro dengan jumlah trip mencapai 101 trip perhari. Penambahan jumlah kapal saat terjadi lonjakan arus balik diantisipasi dengan menyiagakan beberapa kapal di sekitar pelabuhan Bakauheni yang melakukan anchor sehingga sewaktu waktu bisa dikerahkan terutama saat terjadi kepadatan pemudik khususnya kendaraan roda dua.
“Sebelumnya kita telah berkoordasi dengan OPP, KSOP, Gapasdap untuk menyiagakan sebanyak lima unit kapal khusus pemudik arus balik gunakan kendaraan roda dua dengan kapal kapal milik operator pelayaran yang siap untuk dioperasikan,”terang Eddy.
Berdasarkan data posko angkutan mudik Pelabuhan Bakauheni pada periode tahun 2016 (1437 H) tercatat jumlah pemudik arus balik pada hari ketiga setelah lebaran masih kurang dari 50 persen.
Masih banyaknya jumlah penumpang yang belum kembali tersebut terlihat dari banyaknya penumpang yang telah kembali dari Pelabuhan Bakauheni ke Merak mencapai 245.038 orang atau sebanyak 33 persen penumpang telah  kembali dan tersisa sebanyak 496.631 orang masih belum kembali. Sementara kendaraan roda dua yang telah kembali dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak sebanyak 20.673 unit atau sebanyak 28 persen kendaraan roda dua dan masih menyisakan pemudik dengan kendaraan roda dua yang belum kembali ke Pulau Jawa  sebanyak 53.883 unit. Presentase kendaraan roda empat yang sudah kembali dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak tercatat sebanyak 34 persen atau sebanyak 55.370 unit masih belum kembali dari Pulau Sumatera.
Jonan Pantau Arus Mudik di Pelabuhan Bakauheni
Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Ignasius Jonan bersama tim dari Kementerian Perhubungan meninjau aktifitas arus balik di dua pelabuhan penyeberangan Merak dan pelabuhan Bakauheni di lintasan Selat Sunda.
Ignasius Jonan yang sempat memantau tol Merak langsung menuju Pelabuhan Merak dan menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni menggunakan KMP Batu Mandi dari dermaga II Pelabuhan Merak Provinsi Banten. Keberangkatan Jonan bahkan menggunakan KMP Batu Mandi yang merupakan salah satu kapal milik Kemenhub di lintasan Selat Sunda dari tiga kapal yang dimiliki Kemenhub diantaranya KMP Sebuku dan KMP Legundi dengan kapasitas rata rata mencapai 5000 GT.
Kapal dengan tipe Ro-Ro berbobot 5000 GT yang dibuat perusahaan kapal nasional itu merupakan kapal milik Kemenhub yang  beroperasi melayani penyeberangan di Selat Sunda antara Bakauheni-Merak. KMP Legundi yang dibuat di galangan kapal PT. Dumas Tanjung Perak Shipyard di Surabaya, Jawa Timur.
KMP Sebuku yang merupakan tipe kapal roro dengan bobot 5000 GT memiliki panjang keseluruhan: 109,40 m, lebar (moulded)  19,60 m dan tinggi 5,60 m. Kapal ini memiliki kecepatan 15 – 17 knot. 
KMP Sebuku yang beroperasi di Selat Sunda dan dua kapal lain merupakan kapal milik Kemenhub yang memiliki warna sama,ukuran sama dengan memiliki tempat duduk penumpang Kelas VIP sebanyak 18  Orang, penumpang dek terbuka: 232  orang, penumpang dek kursi baring 324 orang, penumpang kelas kursi sofa 140 orang dan penumpang dek kafetaria 98 orang. Kapal ini juga mampu membawa kendaraan berat jenis trailer 40 feet sebanyak 26 unit, tronton 10 roda 2 unit, truk medium 37 unit dan kendaraan sedan 77 unit. 
[Henk Widi]
Lihat juga...