JUMAT, 1 JULI 2016
LAMPUNG — Antisipasi membludaknya penumpang pejalan kaki khusus untuk penumpang pejalan kaki anak anak, ibu hamil, difabel, lansia serta berkebutuhan khusus selama arus mudik dan arus balik, tiga unit kendaraan bus disiagakan.

Tiga unit bus DAMRI dengan kelas eksekutif tersebut sengaja disiapkan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni selama tiga hari puncak arus mudik yang diprediksi akan mulai dipadati oleh pemudik khususnya pejalan kaki.
Berdasarkan keterangan general manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Eddy Hermawan, tiga unit bus milik DAMRI tersebut merupakan koordinasi antara pihak ASDP dengan Jasa Raharja, Jasa Raharja Putera, OPP Merak untuk memberi kenyamanan bagi pemudik yang membawa serta anak anak, ibu hamil, lansia dan kaum difabel.
“Tiga unit kendaraan bus tersebut sengaja didatangkan dari pool untuk melayani para pemudik yang terkadang harus berdesak desakan di kendaraan umum sementara mereka harus membawa serta ibu hamil, anak dan lansia yang terkadang merepotkan sehingga kita siapkan kendaraan bus di Bakauheni,”ungkap general manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni saat dikonfirmasi Cendana News di Bakauheni, Jumat (1/7/2016)
Secara tekhnis menurut Eddy, petugas khusus disiagakan untuk memilah dan mengarahkan penumpang yang turun dari kapal dari pelabuhan Merak Banten. Petugas akan mengarahkan pemudik pejalan kaki yang membawa lansia, ibu hamil ke bus yang sudah disiapkan.
Bus DAMRI tersebut bahkan akan disiagakan mulai tanggal 1-3 Juli sesuai prediksi pihak ASDP yang memperkirakan peningkatan arus mudik terutama pejalan kaki akan meningkat mulai lima hari sebelum lebaran (H-5) terutama pemudik pejalan kaki dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera.
Terkait tarif kendaraan khusus tersebut,pihak DAMRI akan memberikan kebijakan tarif yang sama dengan kendaraan lain meski kendaraan yang digunakan merupakan kendaraan kelas eksekutif. Pengemudi kendaraan DAMRI yang telah siaga sejak pagi, Eli Rusly, mengaku fasilitas kendaraan DAMRI tersebut diantaranya toilet di dalam, kapasitas pemumpang sebanyak 41-45 orang dengan tempat duduk nyaman dan memiliki air conditioner (AC).
Salah satu penumpang tujuan Bandarlampung,Astuti (34) mengaku membawa ibunya yang sudah berumur 60 tahun dan mengalami kesulitan untuk berjalan. Akibatnya ia harus meminta petugas untuk memindahkan sang ibu menggunakan kursi roda dan membawa ke kendaraan bus DAMRI yang sudah siap.
“Sejak dari Jakarta saya harus berdesakan di bus beruntung di Bakauheni telah disiapkan kendaraan khusus untuk wanita dan anak anak terutama kaum lansia,”ungkap Astuti.
Meski menunggu penumpang penuh khusus untuk anak anak, ibu hamil, lansia dan kaum difabel ia mengaku lebih nyaman dibanding naik kendaraan travel dan bus umum yang harus berdesak desakan dan panas. Ia yang membawa barang bawaan cukup banyak juga merasa nyaman karena bagasi kendaraan bus DAMRI yang luas.
Berdasarkan data produksi angkutan lebaran tahun 2016 hingga pagi ini PT ASDP mencatat penumpang pejalan kaki turun dari Pelabuhan Merak Banten hingga H minus lima tercatat sebanyak 36.045 orang dengan rincian sebanyak 2.746 orang penumpang dewasa, 312 penumpang anak anak serta 181.514 penumpang dalam kendaraan.
Selain penumpang pejalan kaki yang turun dari Merak dan juga naik dari Pelabuhan Bakauheni jumlah kendaraan pribadi pribadi terlihat mendominasi angkutan mudik demikian juga kendaraan roda dua. Berbeda dengan kondisi dari Pelabuhan Merak yang mulai menunjukkan peningkatan jumlah pemudik dari pelabuhan Bakauheni masih terlihat sepi.

Berbagai pihak terlibat dalam pelayanan kemanusiaan arus mudik dengan sandi operasi Krakatau Ramadniya 2016 oleh kepolisian dan berbagai pihak mulai membantu kelancaran arus mudik di Pelabuhan Bakauheni. Puluhan anggota Pramuka dari Kwartir cabang Lampung Selatan bahkan dengan sigap membantu setiap penumpang yang turun dari kapal dengan membawakan barang bawaan diantaranya bahkan membantu pemudik lansia menggunakan kursi roda.
“Kami bantu dengan kursi roda penumpang yang sudah lanjut usia dan mengarahkan ke kendaraan khusus yang disiapkan,”ungkapnya.
Salah satu anggota Pramuka penegak, Andi, mengaku sebanyak 30 personil Pramuka disiagakan di Pelabuhan Bakauheni diantaranya membantu penumpang yang turun dari kapal. Bantuan mengangkat barang serta menuntun pemudik yang sudah lanjut usia dilakukan selama arus mudik berlangsung.
[Henk Widi]