Tetesan Air Mata Kapolda Papua

JUMAT, 22 JULI 2016

JAYAPURA — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw meneteskan air mata ditengah-tengah ratusan anggotanya. Mengapa jenderal bintang dua ini menangis?

Jenderal bintang dua yang masih aktif dalam kepolisian dengan masa tugas hingga kini mencapai 27 tahun terpaksa meneteskan air mata dihadapan ratusan anggotanya. Tetesan air mata Kapolda Papua ini menjadi cambuk baginya yang baru pertama kali memimpin upacara pemecatan anggota Polri wilayah Papua.
“Cukup prihatin ya, kenapa bisa begitu? Apakah ini yang di inginkan oleh orang tua kita, oleh institusi Polri. Saya pikir tidak, kita semua hadir dan sudah berjanji, bersumpah mengabdikan diri kepada Negara dan Bangsa lewat kepolisian Negara, tapi kenyataannya terjadi seperti ini,” kata Irjen Pol Paulus Waterpauw sambil meneteskan air mata saat berikan arahan dalam upacara Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) di Mapolda Papua, Jumat (22/7/2016).
Kapolda menegaskan,  pemecatan ini dapat dijadikan renungan dan evaluasi bagi pimpinan yang ada disatuan masing-masing. “Janganlah ada lagi mereka-mereka yang harus diberhentikan tidak dengan hormat, akibat dari kelalaiannya, keteledoran, dan juga pengaruh daripada lingkungan yang ada,” urainya.
Dirinya membayangkan, bagaimana dengan keluarga dari anggota yang di PTDH. Menurutnya, apapun pangkat di kepolisian, namun anggota polisi tersebut menjadi tumpuan hidup di sebuah keluarga.
“Mungkin saudara punya pangkat yang sangat rendah, diantara unit atau satuan tugas saudara. Tapi saudara diandalkan, karena saudara sebagai pemimpin diantara keluarga besar saudara,” urainya.
Dari data yang dihimpun, dalam enam bulan terakhir, sebanyak 20 anggota mendapat sanksi pemecatan tidak dengan hormat. Sebagian besar 20 anggota tersebut terkena kasus penggunaan, peredaran narkoba, pidana umum, desersi atau meninggalkan tempat tugas hingga setahun. (Indrayadi T Hatta)
Lihat juga...