![]() |
| Muhamad Ikram Pelesa saat melakukan aksi |
Ikram menjelaskan, setibanya di Bandara Haluoleo Kendari, mereka (tenaga kerja asing asal Tiongkok) langsung dijemput oleh kendaraan perusahaan dengan logo Virtue Dragon Nikel Industri menuju lokasi pembangunan Kawasan Mega Industri Konawe di Morosi.
Hal tersebut yang memunculkan protes keras dari masyarakat setempat sehingga pembangunan smelter dan pabrik feronikel tersebut dihentikan selama tiga bulan karena sama sekali tidak memberi manfaat bagi masyarakat Konawe.
“Mereka memobilisasinya melalui kapal laut dan langsung sandar di dermaga yang dibangun oleh perusahaan. Dan parahnya lagi lokasi proyek pembangunan smelter dan pabrik feronikel lebih tertutup dengan tingkat keamanan yang amat tinggi. Nah, disini kami duga ada konspirasi atau permainan yang harus diungkap bersama,” pungkasnya. (Siddiq Muharam)