YOGYAKARTA — Dengan sistem pertanian mina padi yang pada awalnya didanai oleh Organisasi Internasional Bidang Pertanian Dan Pangan (Food and Agriculture Organization/FAO), Kelompok Tani Mina Padi Mina Makmur Dusun Kandangan, Margodadi, Seyegan, Sleman mampu meningkatkan pendapatan per petani secara signifikan. Karena keberhasilannya itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Hediati Soeharto, memperjuangkan agar pola tanam mina padi bisa terus dilanjutkan.
Pola tanam mina padi yang diterapkan oleh Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Makmur Dusun Kandangan, mampu meningkatkan penghasilan para petani. Jika sebelumnya hasil panen padi dengan luas lahan 1.000 Meterpersegi hanya memberikan keuntungan sebesar Rp. 1,5 Juta, namun dengan pola tanam mina padi hasil panen bertambah dengan adanya hasil panen ikannya menjadi Rp. 3,4 Juta.
Tak hanya penghasilan yang meningkat, namun juga produktifitas padi pun juga turut meningkat, yaitu dari 6 Ton Per Hektar menjadi 7-8 Ton Per Hektar.
Dengan keberhasilan itu, pola tanam mina padi di Dusun Kandangan yang semula didanai oleh FAO dengan lahan seluas 6 Hektar di tahun 2015, melalui program bantuan mina padi Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP) luas lahan ditambah 1 Hektar lagi di tahun 2016 ini.
“Bahkan, dalam waktu dekat ini juga masih akan ditambah lagi 10 Hektar sehingga nantinya kami akan mengelola lahan mina padi seluas 17 Hektar”, ujar Ariyantono, Ketua KPI Mina Makmur, di sela pelaksanaan panen perdana mina padi dengan luas lahan 1 Hektar yang merupakan program bantuan dari KKP, Sabtu (30/7/2016).
Hadir dalam panen perdana tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Hediati Soeharto, Kepala Dinas Pertanian Dan Perikanan Sleman, Widi Sutikno, Kepala Dinas Perikanan Sleman, Soeparmono, dan perangkat desa setempat.
Dalam sambutannya, Titiek Soeharto mengungkapkan, program mina padi dari KKP baru ada tahun ini dan merupakan usulannya yang disampaikan dalam rapat anggaran belanja negara (APBN) 2016, untuk menyelamatkan pemotongan anggaran kementerian yang sedianya hendak menghapus dana bantuan program mina padi.
“Saya katakan, pola tanam mina padi sudah terbukti berhasil meningkatkan pendapatan petani sehingga harus dilanjutkan. Saya pun sudah meminta agar menteri terkait untuk meninjau langsung kawasan lahan mina padi di Sleman ini”, ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Dan Perikanan Sleman, Widi Sutikno, mengatakan, saat ini ada sebanyak 160 Hektar lahan mina padi tersebar di Kabupaten Sleman. Jumlah laham tersebut terus meningkat, karena masyarakat pun telah merasakan hasilnya dan kini juga telah mampu membenihkan sendiri benih ikan nila. Namun demikian, Widi mengatakan, pola tanam mina padi membutuhkan irigasi air yang terjamin, sehingga pola mina padi tersebut hanya bisa dilakukan di daerah dengan sumber air yang melimpah.
“Pola mina padi ini saling menguntungkan. Ikan akan memakan gulma atau hama pengganggu bagi padi, sementara padi menjadi semi organik dengan adanya pupuk alami dari kotoran ikan”, pungkasnya.