Takut Pulang Malam Ratusan Pemudik Menginap di Pelabuhan Bakauheni

SABTU, 2 JULI 2016

LAMPUNG — Ratusan pemudik penumpang pejalan kaki tujuan lampung terpaksa bermalam di loby kedatangan di Pelabuhan Bakauheni akibat takut melakukan perjalanan di malam hari ke sejumlah tempat tujuan di wilayah Lampung dan sekitarnya. Sebagian penumpang mengaku kendaraan ke tempat tujuan tidak tersedia serta faktor keamanan.
Salah satu pemudik asal Jawa Barat, Ansori (40) yang berangkat dari Bandung mengaku mengajak serta anggota keluarganya menggunakan transportasi bus umum. Perjalanan cukup panjang membuatnya sampai di pelabuhan Bakauheni saat malam hari sehingga mengakibatkan ia memutuskan menginap di pelabuhan Bakauheni.
“Tujuan saya ke wilayah Tanggamus namun kendaraan umum ke arah daerah saya sudah tidak ada saat malam hari hingga akhirnya kami putuskan menginap di pelabuhan dan akan melanjutkan perjalanan besok pagi”ungkap Ansori saat dikonfirmasi Cendana News di loby kedatangan penumpang, Jumat malam, (1/7/2016).
Keputusan menginap di loby kedatangan penumpang Pelabuhan Bakauheni tersebut juga dilakukan oleh ratusan penumpang yang berasal dari sejumlah tempat di Pulau Jawa lainnya. Sebagian besar mengaku selain tempat tujuan masih jauh dan kendaraan yang tak tersedia perjalanan pada malam hari tak dilakukan demi faktor keamanan terutama melewati beberapa titik rawan keamanan.
Beberapa petugas keamanan bahkan dikerahkan oleh Polres Lampung Selatan,TNI Angkatan Laut, Kodim 0421/LS yang berjaga di sejumlah titik serta tempat menginap penumpang di pelabuhan Bakauheni. Puluhan personil tersebut disebar disejumlah titik untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang mengintai para pemudik terutama aksi pencopetan serta pencurian oleh oknum tak bertanggungjawab.
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Adi Ferdian Saputra mengungkapkan, menjamin sepenuhnya keamanan pemudik yang akan melanjutkan perjalanan pada malam hari. Meski demikian keputusan untuk melanjutkan perjalanan oleh para penumpang dari Pulau Jawa ke sejumlah tempat di Pulau Sumatera ada di tangan para pemudik.
“Kita tetap beri kebebasan pemudik akan melanjutkan perjalanan malam hari atau menunggu pagi hari karena sejumlah pemudik memiliki tujuan perjalanan yang berbeda sehingga disiapkan ruang istirahat dan bermalam,”ungkapnya.
Selain petugas kemanan dari polisi, TNI, security yang bersiaga menjaga keamanan pemudik pihak ASDP menurut Kapolres, disiapkan juga fasilitas circuit closed television (cctv) untuk memantau pergerakan mencurigakan terutama oknum tak bertanggungjawab. Pusat kontrol cctv akan berkoordinasi dengan petugas keamanan untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Selain menyiagakan personil keamanan polisi juga memasang spanduk himbauan lebaran yang terpasang di area istirahat penumpang.
Khusus untuk pemudik rombongan menggunakan kendaraan bermotor pihak Polres Lampung Selatan juga akan melakukan pengawalan mulai pintu keluar Pelabuhan Bakauheni secara estafet oleh beberapa petugas dari polisi lalu lintas. Selain itu, jaminan keamanan dilakukan dengan menyiapkan posko jika pemudik mengalami berbagai masalah kesehatan atau kerusakan kendaraan. 
Ratusan pemudik yang tidur di loby kedatangan penumpang selain disiapkan karpet juga disiapkan kipas angin, air minum gratis serta ruang kesehatan gratis.
Hingga malam hari jumlah pemudik yang berasal dari wilayah Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa dan sebaliknya terus menunjukkan peningkatan. Peningkatan terjadi menjelang H minus lima saat mendekati libur hari raya Idul Fitri dan sejumlah karyawan,pegawai negeri sipil mulai libur. Peningkatan terlihat dengan semakin meningkatnya jumlah trip kapal roll on roll off (Roro) yang dioperasikan di lintasan Selat Sunda sebanyak 90-100 trip per hari dan jumlah kapal mencapai 29 kapal.
[Henk Widi]
Lihat juga...