SABTU, 2 JULI 2016
LAMPUNG — Ribuan penumpang terlantar di pelabuhan Bakauheni sejak pagi akibat bus bantuan dari Kementerian Perhubungan terlambat tiba di terminal kedatangan. Sebanyak 20 bus bantuan dari kementerian melalui Dinas Perhubungan Provinsi Lampung yang disiagakan sejak malam bahkan telah habis diserbu pemudik tujuan terminal Rajabasa Bandarlampung.

Ribuan pemudik penumpang kapal dari Pelabuhan Merak Banten terpaksa berebut naik ke atas bus meski bus dalam keadaan penuh bahkan sebagian besar harus berdiri akibat tempat duduk di dalam bus telah habis. Kapasitas bus dengan kursi sebanyak 42-46 kursi tak lagi mampu menampung berjubelnya penumpang yang akan merayakan hari raya Idul Fitri 2016/1437 Hijriyah yang tinggal empat hari lagi.
Membludaknya penumpang pejalan kaki yang turun dari Pelabuhan Merak di Pelabuhan Bakauheni tujuan beberapa kota di Provinsi Lampung bahkan terpaksa menginap sebelum mendapatkan bus sejak malam menunggu bus bantuan yang terlambat tiba di Pelabuhan Bakauheni.
Kepala terminal Pelabuhan Bakauheni,Irawan,menegaskan ketersediaan kendaraan di pelabuhan Bakauheni mencukupi terdiri dari ratusan travel, angkutan perkotaan yang siap mengantar penumpang pejalan kaki ke sejumlah tujuan. Meski demikian sebagian besar penumpang memilih naik bus dibandingkan naik travel.
“Sebagian bus yang disiapkan telah habis sejak pagi namun beberapa bus yang datang langsung penuh oleh penumpang yang menunggu sejak subuh dengan sebagian besar rela berdesak desakan meski kapasitas bus telah berlebih”ungkap Irawan saat ditemui di terminal Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (2/7/2016)
Terlambat datangnya bus bantuan dan bus reguler dengan stiker angkutan mudik lebaran mengakibatkan beberapa bus tanpa stiker dikerahkan mengangkut ribuan penumpang yang masih belum terangkut di Pelabuhan Bakauheni. Meski pihak PT ASDP bekerjasama dengan OPP Merak, Jasa Raharja, Jasa Raharja Putera menyiapkan tiga unit bus bantuan khusus anak anak, wanita hamil dan difabel namun terlihat masih banyak penumpang anak anak yang terpaksa berdesakan dalam bus bersama penumpang dewasa lainnya.
Hingga hari kedua tiga unit kendaraan DAMRI khusus mengangku anak anak, wanita hamil, lansia telah mengangkut sebanyak 400 penumpang berikut penumpang pengantar lainnya. Meski telah disiapkan sebanyak tiga unit bus DAMRI khusus puluhan penumpang masih menunggu di Pelabuhan Bakauheni menunggu kedatangan bus selanjutnya.
Membludaknya jumlah penumpang pejalan kaki di terminal pelabuhan Bakauheni ungkap Irawan selain penumpang pejalan kaki yang memilih menginap di pelabuhan Bakauheni diakibatkan kedatangan penumpang pejalan kaki yang terus mengalir dari Pelabuhan Merak. Akhir pekan sekaligus liburan panjang cuti bersama menjadi penyebab meningkatnya jumlah pemudik di pelabuhan Bakauheni.

Arus mudik penumpang pejalan kaki dari Pelabuhan Merak Banten terus berdatangan dengan dominasi kendaraan pribadi,kendaraan roda dua dan penumpang pejalan kaki. Antisipasi lonjakan penumpang pihak PT ASDP telah mengoperasikan sebanyak 28 kapal dengan GT besar di atas 5.000 GT untuk mengangkut penumpang yang akan menyeberang ke Pulau Jawa dan sebaliknya ke Pulau Sumatera.
Data rekapitulasi harian angkutan lebaran posko mudik PT ASDP Bakauheni mencatat terjadi kenaikan arus kendaraan sebesar 15,5 persen setiap harinya dengan jumlah kendaraan berbagai jenis mencapai 6.024 unit, penumpang pejalan kaki sebanyak 45.419 orang. Jumlah penumpang tersebut diperkirakan terus akan meningkat seiring dengan liburan panjang yang dimanfaatkan para pemudik.
Selain penumpang pejalan kaki yang mulai membludak di pelabuhan Bakauheni akibat bus trayek Bakauheni Rajabasa habis kedatangan penumpang kapal dengan menggunakan kendaraan roda dua terus mendominasi arus di Jalan Lintas Sumatera. Sebagian pengendara kendaraan roda dua bahkan memilih beristirahat di sejumlah tempat peristirahatan dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk istirahat.
[Henk Widi]