SABTU, 2 JULI 2016
LAMPUNG — Gangguan kesehatan dialami oleh sebagian pemudik yang melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi umum bus, kapal yang turun di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Data posko pelayanan kesehatan mudik lebaran terpadu Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang dan Kabupaten Lampung Selatan mencatat gangguan kesehatan yang dialami pemudik hingga H minus empat lebaran didominasi gangguan kesehatan ringan.

Ferdinand, salah satu petugas dari KKP Kelas II Panjang mengaku sebagian pemudik yang datang ke posko kesehatan merupakan penumpang yang turun dari kapal roll on roll off (Roro) dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni. Beberapa gangguan kesehatan pemudik yang berobat ke posko kesehatan diantaranya myalgia (nyeri otot), gastritis (peradangan dinding lambung), chepalgia (nyeri kepala), febris (demam), dengan sebanyak 20 pemudik rata rata mengalami gangguan Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta berbagai gangguan kesehatan lain.
“Kondisi cuaca serta gangguan kesehatan sebelum pemudik melakukan perjalanan menjadi penyebab pemudik mengalami gangguan kesehatan sesampainya di Pelabuhan Bakauheni dan langsung kita tangani dan diberi obat”ungkap Ferdinand saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (2/7/2016).
Posko kesehatan yang disiapkan di pelabuhan Bakauheni menurut Ferdinand dalam satu shift disiagakan sebanyak 1 orang dokter dan 6 orang tenaga medis. Ruang perawatan dengan brankar (tempat tidur beroda), peralatan pemeriksaan, obat obatan, tabung oksigen, kursi roda, sebanyak dua unit ambulance pun telah disiagakan selain fasilitas kesehatan lain bagi pemudik.
Petugas medis di posko kesehatan tersebut merupakan kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan yang melibatkan Puskesmas Kecamatan Rajabasa, Puskesmas Kecamatan Bakauheni, Puskesmas Kecamatan Palas dan KKP kelas II Panjang.
Meski jumlah pemudik yang mengalami gangguan kesehatan cukup minim di tahun ini, Ferdinand mengaku kondisi tersebut menunjukkan kesadaran untuk menjaga kesehatan selama perjalanan cukup tinggi diantaranya dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman dalam perjalanan serta istirahat cukup. Selain kondisi fisik pemudik cukup baik namun kejadian menonjol selama angkutan arus mudik terjadi hanya dengan adanya penumpang yang terjatuh dari kapal Suki 2 dan pemudik sakit dalam perjalanan.
“Insiden penumpang jatuh dari kapal dapat diselamatkan namun tidak tenggelam hanya mengalami luka memar dan trauma sementara pemudik sakit karena sebelum berangkat mudik sudah sakit dan kita rujuk ke rumah sakit.”terang Ferdinand.

Meski demikian ia tetap mewaspadai kejadian kegawatdaruratan berupa cidera erjadi dalam arus mudik tahun ini. Ia juga menghimbau pemudik agar menghindari makanan dan minuman yang kurang baik untuk kesehatan serta menghindari menerima makanan dan minuman dari orang yang tak dikenal. Selain itu kondisi cuaca yang kurang baik dihimbau kepada pemudik menggunakan masker terutama pemudik dengan menggunakan kendaraan bermotor.
Sebanyak 33 pemudik yang mengalami permasalahan kesehatan yang tercatat di pelabuhan Bakauheni, Ferdinand mengaku belum ada pemudik yang harus menjalani pemeriksaan intensif dan dirawat di posko kesehatan dalam waktu lama. Selain pemudik beberapa petugas keamanan yang berjaga di pelabuhan Bakauheni melakukan pemeriksaan kesehatan di posko diantaranya pemeriksaan tekanan darah serta pemberian obat secara gratis.
[Henk Widi]