Mudik Asik ‘Gowes’ Sepeda

SABTU, 2 JULI 2016

BANDUNG — Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung tak melulu dilintasi kendaran roda dua maupun empat oleh para pemudik. Tampak pula rombongan menggunakan sepeda yang tergabung dalam gerakan #GOWESMUDIK 2016.

Mereka memulai start di kawasan Cibiru, Kota Bandung dan finis di kampung halamannya masing-masing.
“Ada yang bertujuan ke Banjar, Yogyakarta, Solo, hingga Madiun. Harapannya sebelum lebaran sudah sampai daerahnya masing-masing” ujar Yudi Juliana (30), salah seorang peserta kegiatan, Sabtu (2/7/2016).
Ia mengaku, alasan mudik menggunakan tunggangan sepeda ini tak sekadar agar irit ongkos, namun Yudi bisa merasakan suasana perjalanan yang lebih berarti. Dan tahun ini bukan kali pertama ia mudik menunggangi sepeda. Mudik bersama-sama ini baru dilakukan sejak tiga tahun terakhir.
“Tapi biasanya ya sendiri saja. Dengan rombongan seperti ini kan bisa saling jaga. Ada sisi asiknya kalau menggunakan sepeda pulang (kampung),” katanya.
Dikatakan, gerakan #GOWESMUDIK2016 ini bukan mengajak atau menyarankan masyakat untuk pulang kampung menggunakan sepeda. Namun pihaknya memberikan fasilitas agar para pemudik yang memang menggunakan sepeda bisa terkoodinir. Untuk yang terdata bareng dari Cibiru ia katakan ada 11 orang.
“Tapi secara keseluruhan yang mudik menggunakan sepeda ini ada 32 orang untuk jalur selatan dan 80 orang di jalur utara,” paparnya.
Selama perjalanan, ia dan rombongan akan menginap di posko, SPBU, atau di berbagai tempat lain yang memungkinkan. Yudi tak menampik pulang kampung menggunakan sepeda sangat melelahkan.
“Tapi kita bisa berhenti dimana saja. Ngobrol bareng saat istirahat. Menikmati perjalanan lah,” katanya.
Peserta lainnya, Raharjo merasa mudik menggunakan sepeda bikin ketagihan. Tahun ini adalah kedua kali ia pulang kampung tak menggunakan kendaran bermotor. Pria asal Madiun ini berharap bisa sampai ditujuan H-1 Lebaran.”Jadi pas takbiran pas sampai kampung,”  pungkas Raharjo. (Rianto Nudiansyah)
Lihat juga...