Selain Berikan 10 Ribu Bibit, Korem 074/Warastratama Juga Siapkan Distributor Panen Petani

JUMAT, 29 JULI 2016

SOLO — Komando Resor Militer (Korem) 074/Warastratama, Surakarta, Jawa Tengah, yang mencanangkan penanaman pepaya jenis california, rupaya tidak hanya sebatas menanam saja. Melalui Korem juga berbagai kemudahan petani juga disediakan. Diantaranya ketersediaan distributor hingga pasar untuk menampung buah hasil panen, sehingga petani tidak perlu khawatir akan hasil panen yang diperoleh.

Hal inilah yang ditekankan Komandan Korem 074/ Warastratama Surakarta (Solo), Kolonel Infantri Maruli Simanjuntak, saat pemberian 10 bibit benih pepaya jenis california di Kabupaten Wonogiri yang baru saja dilaksanakan. Petani kata Danrem, tidak perlu khawatir karena pemberian 10 ribu bibit pepaya ini juga telah dipersiapkan mereka untuk menampung buah yang nantinya di panen petani.
“Kami juga telah siapkan pihak ketiga yang menampung hasil panennya nanti. Jadi petani tidak usah khawatir panennya akan laku atau tidak,” papar Danrem kepada awak media, Jumat (29/7/2016).
Dikatakan lebih lanjut, Indonesia yang 40 persen merupakan petani menjadi modal besar dalam membangun Negara, terutama untuk swasembada pangan. Dengan memaksimalkan lahan yang ada, Korem bersama-sama petani dapat meningkatkan kesejahteraan bersama. Yakni dengan memilih tanaman yang cepat menghasilkan serta bernilai jual yang tinggi.
“Kenapa kita pilih jenis pepaya california, karena harga dipasaran masih cukup tinggi dibanding dengan lainnya. Terlebih pepaya ini tidak perlu waktu lama, hanya sekitar tujuh bulan petani sudah bisa panen,” terangnya.
Tujuan dari  pembagian 10 ribu bibit pohon pepaya California ini tak lain untuk membantu memecahkan permasalahan masyarakat. 
“Karena pangkah masalah masyarakat lebih kepada materi, kita coba  menyelesaikan ke pangkalnya. Yakni kita bantu melalui ketersediaan bibit,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Joko Sutopo menambahkan, adanya bantuan dari Korem ini  sangat membantu khususnya bgai masyarakat Wonogiri. Pasalnya, bantuan bibit ini terintregrasi dengan program pemerintah daerah, yakni memaksimalkan lahan yang ada. 
“Ini sebuah kehormatan tersendiri bagi Wonogiri, manakala kita mempunyai lahan yang cukup luas namun belum termaksimalkan. Dengan adanya bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandas Bupati.
Menurut Bupati, ekonomi kerakyatan yang tengah dijadikan program pemerintah menjadi kebijakan yang harus dibangun dari masyarakat bawah. 
“Ekonomi kerakyatan itu harus kita bangun, bukan kita menunggu bola. Kita juga akan beri sosialiasai dengan masyarakat, jika bantuan benih ini tidak gratis. Artinya ada satu komitmen untuk kita rawat, kita berdayakan seoptimal mungkin yang pada akhirnya nanti meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Selain memberikan bantuan 10 ribu bibit pepaya, pada kesempatan ini Danrem juga memberikan 1500 bibit kelapa,   2500 bibit srikaya jumbo dan 200 bibit pohon trembesi. Program yang bersumber dari CSR itu diharapkan mampu mengatasi permasalahan petani, karena selama ini keluhan petani adalah ketersediaan bibit, pengairan dan obat-obatan. (Harun Alrosid)
Lihat juga...