Sekber Keistimewaan DIY: Papua Adalah Kita

JUMAT, 15 JULI 2016

YOGYAKARTA — Dalam aksi damai Jogja Kitorang Cinta Papua di Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta, Jumat (15/7/2016), Sekretariat Bersama (Sekber) Keistimewaan DIY menyatakan, jika keinginan sekelompok kecil warga Papua yang hendak memisahkan diri dari NKRI harus bisa dipatahkan. Berbagai aksi separatis sebagaimana pernah terjadi pula di awal masa kemerdekaan RI tidak lain adalah ujian bagi NKRI.
Karenanya, penyelenggara negara diminta untuk tetap fokus kepada empat tujuan negara sesuai UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan turut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Ketua Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra juga mengatakan, persoalan Papua tak bisa diselesaikan dengan pendekatan kekerasan, dan pendekatan keamanan justru akan membuat semakin banyak mengalirkan darah masyarakat Papua. Keutuhan negara bukan saja tanggung-jawab penyelenggara negara, melainkan seluruh komponen masyarakat.
“Menjaga keutuhan negara juga tak selalu harus dengan senjata. Namun, juga dengan membangun cara berpikir masyarakat dengan kesadaran dan penghayatan pengamalan nilai-nilai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa dan wawasan kebangsaan,”sebutnya.
Karena itu, melalui aksi damai bertajuk Jogja Kitorang Cinta Papua, Sekber Keistimewaan DIY, mengingatkan, bahwa Papua bukanlah orang lain. Melainkan saudara se-bangsa dan se-tanah air, sehingga sekiranya masyarakat bisa menghentikan stigmatisasi terhadap warga Papua.
Melalui aksi damai itu pula, Sekber Keistimewaan DIY menegaskan jika masyarakat Yogyakarta mencintai Papua yang indah, sebagaimana digambarkan dalam syair lagu karya Yance Rumbino: Di sana pulauku yang kupuja slalu, Tanah Papua pulau indah, Hutan lautmu yang membisu slalu, Cenderawasih burung emas, Gunung-gunung, lembah-lembah, Yang penuh misteri, Kan kupuja slalu, Keindahan alammu yang mempesona, Sungaimu yang deras mengalirkan emas, Syo ya Tuhan Terimakasih.
[Koko Triarko] 
Lihat juga...