Ribuan Warga Berebut Gunungan Syawal Keraton Yogyakarta

KAMIS, 7 JULI 2016

YOGYAKARTA — Ribuan warga antusias berebut gunungan hasil bumi dalam gelaran Grebek Gunungan 1 Syawal 1437 Hijriyah Kesultanan Yogyakarta di halaman Masjid Agung Keraton Yogyakarta di Kauman. Dalam waktu singkat, lima gunungan yang dikeluarkan Keraton Yogyakarta ludes direbut ribuan warga yang datang dari berbagai daerah. Mereka percaya, berkah Grebek Syawal mampu memberi berkah tersendiri.

Kendati terlambat 1 jam dari yang dijadwalkan, Grebek Syawal Keraton Yogyakarta tetap berlangsung meriah. Ribuan warga rela menunggu sejak pagi, untuk bisa berebut gunungan hasil bumi paring dalem (pemberian -red) Sultan HB X. Grebek Syawal sebagai simbol ucap syukur Raja Keraton Yogyakarta selalu diadakan sebagai simbol ucap syukur atas berkah kemakmuran.
Kali ini, Keraton Yogyakarta mengeluarkan tujuh gunungan untuk diperebutkan warga. Kelima gunungan itu adalah 3 Gunungan Jaler (putra), 1 Gunungan Wadon (putri), 1 Gunungan Gepak, 1 Gunungan Darat dan 1/Gunungan Pawohan. Sementara itu, dua dari tiga gunungan jaler dikirim ke Puro Paku Alaman dan Kantor Kepatihan, Komplek Gubernuran DI Yogyakarta.
Penghageng Tepas Pengulon, Kanjeng Raden Tumenggung Ahmad Muksin Kamaludiningrat mengatakan, Grebek Gunungan sebenarnya juga merupakan bentuk sodakoh sang raja kepada kawula atau rakyatnya. Namun, karena saking banyaknya warga, gunungan itu akhirnya menjadi rebutan. Hal demikian, kata Kamaludiningrat, karena masyarakat percaya gunungan itu memberkahi dan itu tidak salah.
“Berkah atau barokah itu artinya nilai lebih. Bahwa, apa pun pemberian yang diberikan secara agama dan sesuai tuntunan, insya allah memberkahi. Apalagi, pemberian itu juga disertai dengan doa-doa”, jelasnya.
Dalam setiap pelaksanaannya, Grebek Syawal selalu berlangsung gegap-gempita. Tidak jarang masyarakat langsung menyerbu gunungan, meski prosesi doa belum selesai dilakukan. Seperti yang terjadi pada Grebek Syawal kali ini, warga yang khawatir tidak kebagian berkah gunungan langsung merangsek dan memanjat gunungan. Kurang dari setengah jam, pun lima gunungan yang diperebutkan di halaman Masjid Agung Keraton Yogyakarta di Kauman itu ludes. (koko)
Lihat juga...