MINGGU, 10 JULI 2016
LAMPUNG — Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Ignatius Jonan meninjau puncak arus balik di Pelabuhan Bakauheni. Jonan yang berangkat dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni menggunakan KMP Batu Mandi dan sandar di dermaga 2 Pelabuhan Bakauheni bahkan berangkat bersama pemudik arus balik dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.

Jonan yang didampingi Dirut PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) pusat, Danang Baskoro, Kepala KSOP Merak, Nafri dan pejabat di kementerian perhubungan sempat harus terjebak dalam antrian ribuan pemudik arus balik yang akan membeli tiket pejalan kaki. Ribuan calon penumpang pejalan kaki yang hendak membeli tiket bahkan sudah berjubel sejak pagi dan semakin mengular hingga keluar loket penjualan tiket.
Selesai meninjau loket penjualan tiket yang dioperasikan oleh PT Mata Pencil Globalindo, Jonan sempat meninjau terminal Pelabuhan Bakauheni yang dipenuhi ratusan kendaraan bus dan travel pengangkut penumpang dari terminal Rajabasa. Setelah itu Jonan langsung melihat proses pembelian tiket khusus kendaraan roda dua dan roda empat. Ribuan pengendara kendaraan roda dua yang membludak bahkan tak tertampung di bawah tenda yang disiapkan pihak PT ASDP Bakauheni.
“Tinjauan kami bersama pihak ASDP, Polda Lampung berdasarkan pantauan kami cukup normal dan sntrian mobil dan motor hingga seratus meter sudah biasa dan nyaris tak ada penumpukan,”ungkap Jonan saat diwawancarai awak media di depan toll gate pembelian tiket kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi, Minggu(10/7/2016).
Ia juga mengakui selama arus balik penumpukan kendaraan di jalan tidak terlalu padat terutama arus mudik meski padat tapi terkendali. Khusus di lintasan Selat Sunda pihak ASDP telah menyiapkan kapal roro untuk mengangkut pemudik yang sebagian besar pemudik harus didata sesuai identitas yang dimiliki.
Pemudik dalam arus balik yang akan kembali ke tempat asal ungkap Jonan agar bisa memperhitungkan waktu kepulangan agar tidak terjadi kemacetan dan masing masing pemudik bisa memutuskan waktu kepulangan ke tempat masing masing. Tren kenaikan penumpang terjadi saat menjelang sore dan malam terutama pemudik pengguna kendaraan roda dua.
Selain terkait pemudik, Jonan secara resmi memprioritaskan pemudik arus balik sehingga kebijakan larangan truk melintas di Pelabuhan Bakauheni semula diperbolehkan hingga H plus 3 akhirnya diperpanjang hingga H plus 4 untuk memberi kesempatan bagi pemudik.

Seusai melakukan sidak ke beberapa fasilitas di Pelabuhan Bakauheni melanjutkan perjalanan melalui jalur darat Jalan Lintas Sumatera untuk melanjutkan tinjauan arus balik di bandara Raden Inten II Lampung Selatan.
[Henk Widi]