Keraton Kasunan Surakarta Gelar Grebeg Syawalan

MINGGU, 10 JULI 2016

SOLO — Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat  memperingati Hari Raya Idhul Fitri atau Syawal, dengan menggelar hajad dalem pareden, grebeg syawal. Grebeg syawalan ini dengan mengkirab sepasang gunungan hasil bumi dari Keraton hingga Masjid Agung Solo.

Pengageng Sasano Wilopo KPA Winarno Kusumo menjelaskan, Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu hari penting bagi Keraton Kasunan Surakarta. Ini karena Keraton Kasunan Surakarta memiliki kaitan erat dengan islam dan penyebaran islam khususnya di tanah Jawa. “Grebeg ini sebagai salah satu wujud syukur, karena di bulan Syawal ini umat islam memasuki bulan baru, yakni bulan peningkatan,” ucapnya kepada awak media seusai grebeg syawalan, Minggu (10/7/16).
Dikatakan lebih lanjut, sepasangan gunungan yang dikirab ini adalah gunungan jaler (laki-laki) , yang terbuat dari sayur-mayur dan hasil bumi. Sementara gunungan estri (perempuan) terbuat dari rengginan ketan dan kue kering lainnya. Sepasangan gunungan yang menjadi rebutan masyarakat itu juga sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepada manusia selama ini.
“Pertama untuk mengucap syukur atas semua karunia  Allah yang telah memberikan bumi dan menghasilkan segala bentuk yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup umat. Ini juga sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat dengan memberikan hiburan gratis, karena ini hanya berlangsung setahun sekali” terangnya.  
Menurut pria yang akrab disapa Kanjeng Win, sepasang gunungan grebeg syawal ini dikirab dari Karton sampai masjid Agung Solo. Sesampai di Masjid sudah ditunggu ratusan warga yang sejak pagi  menunggu untuk mendapatkan gunungan tersebut. Sebelum diperebutkan, sepasang gunungan itu didoakan terlebih dahulu oleh Kyai Keraton.
Bagi mereka yang percaya, sepasang  gunungan yang telah didoakan ini akan mendatangkan berkah tersendiri. Tak heran jika ratusan warga rela berdesak-desakan untuk mendapatkan hasil bumi sepasang gunungan tersebut. Ada yang akan dikembalikan ke ladang mereka agar subur, ada juga yang di taruh di warung atau usaha mereka agar laris.
“Untuk ditanam lagi di sawah atau bisa dimakan langsung agar mendapat berkah,” ucap Yoto salah satu warga yang mendapat kacang panjang dalam rebutan gunungan grebeg syawalan Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat tersebut.  (Harun Alrosid)
Lihat juga...