Puluhan Relawan Gelar Sinau Bareng di Pedalaman Kabupaten Tanggamus

MINGGU, 31 JULI 2016

LAMPUNG — Puluhan relawan yang tergabung dalam komunitas Linescapade melakukan kegiatan Sinau Bareng (Belajar Bersama) dalam rangkaian #ekspedisilampungku di salah satu rumah baca yang berada di pedalaman Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Relawan yang peduli pada dunia pendidikan terutama di wilayah yang sulit dijangkau tersebut mulai melakukan kegiatan sejak Sabtu sore (30/7) di Desa Tegal Sari 2, Air Kubang- Kecamatan Air Naningan, berjarak sekitar 150 kilometer dari kota Bandarlampung.
Menurut Andy, yang dikenal dengan sebutan andy qiting dari komunitas Linescapade, kegiatan  yang dilakukan relawan bersama anak anak usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak Kanak (TK) serta Sekolah Dasar (SD) tersebut merupakan upaya meningkatkan minat baca, menjalin silaturahmi, meningkatkan kreatifitas anak serta kegiatan eksplorasi di sekitar bendungan Batu Tegi.
“Kegiatan dilakukan sengaja akhir pekan selama dua hari tanpa mengganggu kegiatan belajar anak anak di sekolah dan selain belajar bersama diantaranya menggambar, bercerita, selama kegiatan ini juga dilakukan pementasan pertunjukan seni yang merupakan kreasi anak anak di rubaca Jalosi Sanak Negeri,”ungkap Andy saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (31/7/2016).
Selain melakukan kegiatan edukasi, komunitas linescapade juga melakukan rangkaian kegiatan lain diantaranya dengan melakukan permainan edukatif, memberikan bantuan buku bacaan, nonton film bareng berkaitan dengan dunia pendidikan serta pada hari terakhir melakukan aktifitas eksplorasi kampung Air Kubang yang berdekatan dengan bendungan Batu Tegi yang merupakan bendungan terbesar di Asia Tenggara.
Kegiatan para relawan linescapade di rumah baca Jalosi Sanak Negeri merupakan salah satu kegiatan dari beberapa kegiatan yang pernah dilakukan komunitas peduli pendidikan tersebut. Sebelumnya berdasarkan catatan Cendana News, komunitas tersebut telah melakukan kegiatan serupa di beberapa tempat di pedalaman Lampung diantaranya di Way Haru Kabupaten Pesisir Barat, di pedalaman Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur dengan tujuan berbagi waktu, berbagi ilmu, berbagi buku di daerah daerah pedalaman.
“Selain itu kita berinteraksi dengan warga di tempat yang kita kunjungi dan warga sangat senang terhadap kepedulian komunitas yang memperhatikan pendidikan anak anak di desa mereka terutama selama ini tak pernah mendapat kunjungan seperti ini,”ungkap Andy.
Kehadiran puluhan relawan tersebut juga cukup membuat semangat Tawar Widadi (25) selaku penggagas rumah baca Jalosi Anak Negeri. Kedatangan relawan dari komunitas Linescapade dari berbagai wilayah di Lampung tersebut menurutnya merupakan bentuk kepedulian anak anak muda yang peduli akan pendidikan generasi muda yang ada di pedalaman. Sebab selam ini anak anak di tempat tersebut hanya bergelut dengan aktifitas bermain dan membantu orangtua di kebun. Bahkan Tamar mengakui dengan adanya rumah baca Jalosi Sanak Negeri dan semakin banyaknya bantuan buku buku di rumah baca, wawasan anak anak di desa tersebut semakin terbuka. Tidak saja bagi anak anak, bantuan buku tentang kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, kuliner, kerajinan tangan, inspirasi, pertanian juga semakin menarik minat orang dewasa.
“Mayoritas penduduk di desa ini bekerja sebagai petani dan dengan bantuan buku pertanian ilmu tentang cara mengatasi hama penyakit dapat mereka peroleh dari yang disumbangkan di rumah baca kami,”ungkap Tamar.
Kehadiran relawan yang melakukan aktifitas di Kecamatan Air Naningan selama dua hari, Tamar mengaku anak anak yang berada di bawah asuhan rumah baca Jalosi Sanak Negeri semakin menunjukkan peningkatan. Awalnya hanya sekitar 10 orang kini meningkat menjadi sebanyak puluhan orang dan ia menargetkan bisa mencapai 60-100 orang sehingga ia dan relawan lain bisa memberikan metode belajar yang lebih baik. Anak anak di rumah baca tersebut sebagian datang pada sore hingga malam hari untuk belajar,membaca buku, serta belajar beberapa kerajinan dan kesenian yang diajarkan oleh beberapa relawan.
Tamar mengakui, terus mencari formula yang tepat untuk anak anak didiknya di rumah baca yang digagasnya, sebab selama ini beberapa metode belajar yang diberikan hanya sebatas membaca namun dengan berdiskusi dengan relawan dari linescapade terbukti pembelajaran di luar ruangan dengan melakukan kegiatan menggambar di luar ruangan, menciptakan kreasi seni dari benda yang diperoleh dari luar ruangan semakin mengasah kreatifitas anak anak di wilayah tersebut.
Tamar juga mengakui, kehadiran relawan dari luar daerah menjadi inspirasi bagi anak anak di wilayah tersebut yang menurutnya tingkat putus sekolah masih cukup tinggi terutama bagi anak perempuan. Setelah lulus SD dan SMP sebagian siswa tidak melanjutkan sekolah karena harus membantu kedua orangtuanya dan bahkan sebagian tidak memiliki biaya. 
Kehadiran rumah baca yang ada di pedalaman tersebut menurut Tamar yang sehari hari juga mengabdi sebagai guru honorer sebagai guru olahraga tersebut juga mendapat respon positif dari aparatur desa serta sebagian besar orangtua yang anak anaknya ikut belajar di rumah baca setelah kegiatan di sekolah usai.
“Inspirasi dan motivasi yang tak diperoleh dari bangku pendidikan di sekolah inilah yang membuat saya terus bersemangat mengembangkan rumah baca Jalosi Sanak Negeri yang masih menggunakan ruang tamu di rumah orangtua saya ini,”ungkap Tamar.
Sebagai penutup kegiatan kegiatan Sinau Bareng yang merupakan rangkaian dari #ekspedisilampungku, ekspedisi tempat tempat di pedalaman yang masih minim tersentuh sarana pendidikan, relawan melakukan kegiatan hiking (jalan kaki)menyusuri perkampungan yang ada di sekitar bendungan Batu Tegi. Musim panen buah kopi, buah lada serta sebagian pohon kopi yang masih berbunga sekaligus menjadi sarana edukasi bagi sebagian relawan yang belum mengetahui tata cara penanaman buah lada dan menyusuri perkebunan kopi, lada, karet hingga bisa mencapai bendungan batu tegi bersama dengan anak anak di rumah baca Jalosi Sanak Negeri.
[Henk Widi]
Lihat juga...