Peringati Pertempuran di Jalan Salak, Paguyuban Mas TRIP Adakan Upacara Tabur Bunga

MINGGU, 31 JULI 2016

MALANG — Setelah kemarin selesai menyelenggarakan acara napak tilas perjuangan, hari ini Minggu (31/7/2016) paguyuban Mas TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) menggelar upacara tabur bunga di Monumen Pahlawan TRIP untuk memperingati pertempuran di jalan Salak yang sekarang berganti nama menjadi jalan Pahlawan TRIP.
“Kegiatan upacara tabur bunga merupakan acara rutin tahunan dari keluarga besar Mas TRIP Jawa Timur untuk mengenang jasa pahlawan TRIP yang gugur pada saat terjadi pertempuran di jalan Salak yang ke-69 tahun,”Destry Damayanti, ketua umum Paguyuban Mas TRIP.
Hanya saja menurutnya peringatan di tahun ini lebih besar dan lebih banyak kegiatan yang dilakukan daripada tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan karena ia sebagai pengurus pusat yang baru terbentuk pada bulan November tahun 2015, melihat bahwa Malang adalah pusat dari TRIP dan dulu paguyuban Mas TRIP pertama kali didirikan di Malang pada tahun 1994.
“Jadi saat peringatan  pertempuran tersebut kembali di adakan di Malang kami bikin acara yang cukup besar, dimulai dari Mukernas, Napak tilas, basar murah, pentas seni dan budaya, serta yang terakhir adalah hari ini yaitu upacara tabur bunga,”urai anak dari Sudarno, salah satu TRIP dari Madiun.
Ia mengatakan, dari kegiatan ini paguyuban Mas TRIP Jawa Timur sebagai generasi ke dua ingin melestarikan apa yang telah di tinggalkan oleh orang tua mereka. Karena menurutnya, banyak peninggalan-peninggalan dari Pahlawan TRIP yang tersebar di mana-mana seperti monumen, sekolah, balai desa dan juga perpustakaan.
“Jadi langkah pertama kami adalah akan menginventarisasi apa-apa saja yang di miliki TRIP,”terangnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa organisasi ini merupakan organisasi non profit yang memiliki prinsip meningkatkan kesejahteraan keluarga Mas TRIP.
Destry juga mengatakan bahwa pemberian nama paguyuban Mas TRIP Jawa Timur karena TRIP hanya ada di Jawa Timur.
“Di daerah lain sebenarnya juga ada Tentara Pelajar tetapi namanya berbeda, sedangkan TRIP hanya ada di Jawa Timur,”ungkapnya.
Sementara itu, upacara tabur bunga ini di ikuti oleh seluruh keluarga besar Mas TRIP bahkan juga di hadiri beberapa orang pelaku sejarah pertempuran tersebut yang masih hidup. Meskipun sudah berusia lanjut, para pelaku sejarah ini masih terlihat tetap semangat mengikuti prosesi upacara tabur bunga hingga selesai.
[Agus Nurchaliq]
Lihat juga...