Penumpang Pingsan Warnai Puncak Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni

MINGGU, 10 JULI 2016

LAMPUNG — Dua penumpang pejalan kaki terpaksa ditandu oleh petugas kesehatan bersama di Pelabuhan Bakauheni Lampung akibat berdesakan di loby pembelian tiket pejalan kaki dan di gangway dermaga satu pelabuhan Bakauheni Lampung. Petugas dari tim siaga bencana daerah Lampung Selatan, polisi dan petugas PMI terpaksa secara bergantian membawa penumpang kapal yang pingsan tersebut dari gangway pelabuhan Bakauheni berjarak 300 meter hingga ke posko kesehatan.
Penyebab pingsan calon penumpang kapal tersebut menurut, Abdul Harris, ketua posko kesehatan bersama diakibatkan faktor kelelahan saat mengantri pembelian tiket di loket pembelian tiket dan menunggu kapal yang bersandar di dermaga satu. Sebagai langkah penanganan awal dilakukan tindakan observasi untuk memberi perawatan awal kepada dua penumpang pingsan tersebut.
Menurut Abdul Harris, dua calon penumpang kapal yang pingsan tersebut diantaranya Astuti (28) warga Kabupaten Lampung Tengah tujuan kota Bandung yang pingsan akibat kelelahan saat membeli tiket. Sementara calon penumpang lain yang pingsan di area gangway dermaga satu pelabuhan Bakauheni bernama Sahrul (56) warga Banten yang berlibur di Lampung dan akan kembali ke rumahnya setelah melakukan liburan di Lampung.
“Sementara kita lakukan tindakan observasi bahkan penumpang bernama Anita sudah segera dilakukan tindakan pemberian infus akibat kondisi badan yang lemah demikian juga penumpang bernama Sahrul juga segera diinfus,”ungkap Abdul Harris saat ditemui di posko kesehatan terpadu Pelabuhan Bakauheni, Minggu (10/7/2016)
Selama satu hari puncak arus mudik sejak pagi posko kesehatan terpadu pelabuhan Bakauheni telah merawat beberapa pasien yang mengalami beberapa persoalan kesehatan diantaranya Jefry (22) menderita sakit perut, Anai (41) menderita dehidrasi,Yanto (40),Purnamasari (24), Fatihah (23), Alimarjaya (45) yang sebagian mengeluhkan kondisi badan tidak fit akibat mengantri cukup lama sebelum naik ke kapal.
Kondisi puncak arus balik di Pelabuhan Bakauheni terus dipadati oleh ribuan calon penumpang kapal meliputi pengendara kendaraan roda dua, pejalan kaki, pengguna kendaraan pribadi yang tersebar di beberapa area parkir dermaga pelabuhan Bakauheni.
Antrian calon penumpang pejalan kaki bahkan mengular hingga ke luar loby pembelian tiket pejalan kaki meskipun loket pembelian tiket telah disiapkan sebanyak 14 loket tetap dan tambahan sebanyak 6 loket penjualan tiket portable. Selain antrian sebelum calon penumpang membeli tiket antrian ribuan penumpang juga terjadi di loby setelah pembelian tiket, gangway dermaga satu, dua dan gangway dermaga tiga.
Antisipasi terjadinya stagnasi di jalur calon penumpang yang akan melakukan arus balik ke Pulau Jawa dari pelabuhan Bakauheni puluhan petugas polisi dari Polres Lampung Selatan, petugas Kesyahbandar dan Otoritas Pelabuhan Bakauheni terpaksa melakukan sistem buka tutup mengantisipasi membludaknya jumlah penumpang pejalan kaki. Pengaturan dilakukan mulai dari setelah loket pembelian tiket hingga gangway dermaga dengan pertimbangan keamanan dan manifest pemumpang setiap kapal yang berbeda.
“Kebijakan pengaturan jumlah penumpang pejalan kaki yang akan masuk ke setiap kapal dilakukan agar penumpang pejalan kaki tidak menumpuk di gangway dan tidak berdesak desakan,”ungkap Sohri salah satu petugas dari KSOP Bakauheni.
Meski telah dilakukan pengaturan jumlah penumpang namun keterlambatan waktu kedatangan kapal dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni Lampung berakibat sejumlah penumpang mengeluh dengan kondisi ruang tunggu yang panas dan menunggu dengan tetap berdiri selama hampir satu jam setelah pembelian tiket.
Berdasarkan data posko angkutan lebaran pelabuhan Bakauheni tercatat hingga sore ini jumlah penumpang yang telah kembali ke pulau Jawa melalui pelabuhan Bakauheni berjumlah sekitar 40 persen, kendaraan roda dua yang telah menyeberang mencapai 30 persen dan kendaraan roda empat yang telah kembali ke Pulau Jawa mencapai 40 persen.
Direktur utama PT ASDP pusat Danang Baskoro saat dikonfirmasi media mengaku arus mudik dan arus balik melalui pelabuhan penyeberangan Bakauheni dan Merak pada angkutan arus lebaran 2016 (1437 H) terpantau cukup lancar. Danang bahkan mengungkapkan puncak arus balik sudah terjadi pada Sabtu malam (9/7) sementara jika masih terjadi arus balik dipastikan akibat pemudik yang sebagian ingin kembali pada lima hari setelah lebaran.
“Masih ada sejumlah kendaraan yang akan kembali memenuhi penyeberangan ke pelabuhan Merak mulai malam ini sehingga ASDP tetap siagakan kapal kapasitas kapal,”ungkap Danang.
Antisipasi kepadatan Danang mengakui telah mempercepat waktu bongkar muat di pelabuhan Merak dengan asumsi jika prediksi pemudik besar besaran pada pekan depan maka akan diberangkatkan kapal dari Merak dalam keadaan kapal kosong. Waktu bongkar muat dalam kondisi arus puncak maka pihak ASDP akan melakukan penyesuaian bahkan menyiapkan kendaraan khusus roda dua secara situasional. Pihak ASDP juga menghimbau agar pemudik yang tersisa dan belum kembali ke pulau Jawa untuk melakukan arus balik sesudah puncak arus balik karena kapal di lintasan Selat Sunda dilayani 24 jam.
Terkait pelarangan truk non sembako yang belum boleh melintas hingga H plus empat Danang juga mengakui akan memprioritaskan kendaraan pribadi dan kendaraan roda dua. Sementara untuk penambahan dermaga VII dan dermaga VIII pihak ASDP juga telah melakukan perencanaan terkait pembangunan dermaga tersebut.
[Henk Widi]
Lihat juga...