Lebaran, Aktivitas Pasar di Pontianak Masih Sepi

MINGGU, 10 JULI 2016

PONTIANAK — Pasca Lebaran di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, sejumlah pusat perbelanjaan tradisional masih belum buka. Di pasar tradisional Kapuas Besar Pontianak misalnya, terpantau lengang dan hanya beberapa warga yang melakukan aktivitas.
Padahal, jika pasar tradisional Kapuas Besar ini buka, para pengunjung membludak. Sebab, pasar tradisional Kapuas Besar ini merupakan pasar rakyat tertua di bumi Khatulistiwa ini.
Menurut warga sekitar yang mendiami pasar tradisional Kapuas Besar bernama Lhie Shi Huy, ia terpaksa menutup toko kelontongnya karena masih dalam suasana lebaran.
“Sejak Rabu sampai Minggu ini, saya tutup toko. Besok baru buka. Karena masih belum ada kelihatan yang datang belanja. Sepi benar ini,” tuturnya ditemui di pasart tradisional Kapuas Besar Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, Minggu (10/7/2016).
Ia berkata, jika hari-hari biasanya para pelanggannya selalu ramai datang ke toko kelontongnya. Karena, ia menjual berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti piring, sendok, kuali, karpet dan lain-lain.
“Yang beli ini dari perhuluan Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sintang, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Kayong Utara, dan Kabupaten Ketapang. Rata-rata mereka beli jumlah banyak. Sampai satu kapal penuh,” ucapnya.
Hal senada juga dikatakan pedagang kelontong lainnya di pasar Tradisional Kapuas Besar Pontianak bernama Abang Rozali. Ia menuturkan, panjangnya liburan lebaran ini membuat dirinya beristirahat di rumah saja.
 “Setiap tahun memang begini. 5 hari lebaran aja masih sepi. Besok baru buka,” ucapnya.
Pantauan Cendana News di sejumlah pasar tradisional lainnya di Kota Pontianak juga terlihat sepi. Di pasar tradisional Flamboyan sepi dari kunjungan pembeli. Urat nadi perekonomian di ibukota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, ini seakan lumpuh. Para pedagang berharap, Senin besok para pengunjung atau pelanggan sudah bisa datang kembali seperti biasa.   
Di ruasa jalan utama Kota Pontianak pun luput dari aktivitas. Hanya beberapa kendaraan saja yang hilir mudik. Berbeda jauh dengan hari-hari biasanya yang jalanan utama dipenuhi berbagai ukuran kendaraan. 
[Aceng Mukaram] 
Lihat juga...