MINGGU, 10 JULI 2016
SUMENEP — Penumpang kapal balik gratis di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus mengalami peningkatan yang cukup drastis. Para penumpang yang datang ke pelabuhan membludak hingga berbeda jauh dengan hari keberangkatan kapal pada sebelumnya, sebab kebanyakan masyarakat sudah mulai berbondong-bondong untuk kembali ke tempat perantauannya.
![]() |
| Suasana antrean penumpang dari Pulau Kangean yang hendak mengikuti kapal balik gratis. |
Biasanya peningkatan penumpang itu akan terjadi sampai puncak arus balik berakhir, karena masyarakat pada umumnya kembali setelah hari terakhir pemberangkatan kapal balik gratis. Sehingga membuat penumpang semakin banyak dan harus berdesak-desakan ketika berada di diatas kapal tersebut.
“Sejak H+5 memang penumpang sudah mulai meningkat, itupun terlihat ketika kapal balik gratis hendak berangkat dari Pulau Kangean, karena sudah cukup banyak dibandingkan keberangkatan sebelumnya. Kalau yang keberangkatan sebelumnya masih banyak warga belum ingin balik ke tempat perantauannya,” kata ahmad Rahman (32), salah seorang penumpang kapal asal Pulau Kangen, Kabupaten Sumenep, Minggu (10/7/2016).

Disebutkan, bahwa pada jadwal keberangkatan kapal balik gratis penumpang sudah mulai membludak, bahkan dua kapal yang beroperasi tersebut penuh dengan penumpang hingga berdesak-desakan. Akibatnya mereka merasa panas saat berada diatas kapal tersebut, karena dari Pulau Kangean membutuhkan waktu dalam perjalanan sekitar Sembilan jam.
“Biasanya kalau pas angkutan arus balik terakhir penumpang akan semakin banyak, karena mereka yang merantau semua akan kembali ke daerah tempat kerja masing-masing. Jadi bagi mereka kepanasan dan berdesak-desakan diatas kapal saat arus balik sudah menjadi hal biasa, sebab itu tidak ada pilihan lagi terkecuali ikut kapal tersebut,” pungkasnya.

Dalam arus balik kapal yang disediakan secara gratis hanya ada hanya satu armada, sementara masyarakat yang akan kembali ke tempat perantauan cukup banyak, akibatnya mereka terpaksa rela menerima kondisi yang sangat tidak memungkinkan di dalam kapal selama perjalanan. Sehingga kedepan memang perlu adanya perhatian serius dari pemerintah untuk menambah armada baik arus mudik maupun balik, agar mereka tidak selalu tersiksa diatas kapal. (M. Fahrul)