JUMAT, 29 JULI 2016
KUBU RAYA — Untuk memastikan kesiapan cetak sawah di Kalimantan Barat, Tim dari Satgas Perluasan Cetak Sawah (PCS) TNI AD langsung melakukan pengecekan di lapangan. Itu dimaksudkan supaya program berjalan dengan baik dan berguna bagi warga setempat. Dipimpin Brigadir Jenderal TNI Nanang Heriyanto dari Tim dari Satgas Perluasan Cetak Sawah (PCS) TNI AD langsung ke tempat tujuan, yakni peninjauan lahan cetak sawah yang terletak di Desa Sei Belidak, Kecamatan Sei Kakap, dan Desa Kerawang Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya.
![]() |
| Tim Satgas Perluasan cetak sawah TNI AD yang dipimpin Brigadir Jenderal TNI Nanang Heriyanto |
“Apabila lahannya sudah siap, Gapoktan segera mendaftarkan jumlah anggota ke dinas pertanian setempat. Tujuannya guna memudahkan pendistribusian benih dan pupuk yang rencananya penanamannya pada tanggal 31 Agustus 2016” kata Nanang Heriyanto, Kamis, 28 Juli 2016.
Menurut Jenderal bintang satu ini, peninjauan ini penting dilakukan guna mengetahui secara detail sejauh mana dalam persiapan dan kondisi lahan cetak sawah di wilayah ini.

“Di Desa Karawang, para petani mengalami kesulitan terutama lahan. Karena lahan tanahnya masih mengandung zat asam yang masih tinggi. Sehingga perlu pengapuran, sebab setelah diuji penanaman padinya tidak subur, mereka juga meminta para penyuluh pertanian untuk memberikan tata cara pemupukan yang benar” jelas Nanang Heriyanto.
Namun demikian, lanjut Nanang Heriyanto para petani harus berjuang terus menerus bagaimana caranya untuk mengolah lahannya untuk bisa menjadi subur.
“Untuk dukungan dari Kementan sendiri hanya didukung benih, pupuk dan lahan. Jadi para petani tidak boleh menyerah, apabila ini berhasil ini adalah untuk kesejahteraan petani itu sendiri,” tegas Nanang Heriyanto.

Tim dari Kementan, Sutoto, berkata,” Program cetak sawah dari Kementan adalah program cetak sawah irigasi, nyatanya di Kalimantan Barat khususnya di Kubu Raya sangat berbeda yaitu sistem tanam padi ladang. Ini adalah kendala yang dihadapi dilapangan, perlu penanganan khusus”. (Aceng Mukaram)