SABTU, 30 JULI 2016
SUMENEP — Minimnya fasilitas yang ada di sejumlah tempat wisata di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menuai sorotan dari kalangan masyarakat. Pemerintah dinilai setengah hati dalam mengelola yang berdampak terhadap pengunjung yang datang yang masih sedikit dan roda perekonomian masyarakat setempat masih rendah.

Sedikitnya sarana dan prasarana permainan di tempat wisata terlihat di objek wisata Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk. Dalam beberapa tahun terakhir pengunjung yang datang terlihat sepi. Pedagang yang berjualan di sekitar tempat tersebut pendapatannya terus menurun, padahal tempat wisata itu merupakan satu-satunya harapan bisa mendapatkan penghasilan besar dari berjualan terahadap para pengunjung yang datang berlibur.
“Untuk ramai dan sepinya pengunjung tempat wisata itu kan tergantung yang mengelola, makanya kalau pemerintah serius mengelola objek wisata itu tidak akan sepi pengunjung. Tetapi selama ini terkesan setengah hati dalam mengelola wisata, karena banyak sarana dan prasana yang masih kurang, itupun tidak ditambah untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini,” kata Zaini Kalsum, salah seorang Tokoh Pemuda Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Sabtu (30/7/2016).

Disebutkan, sepinya pengunjung dari wisatawan sudah menunjukkan objek wisata yang ada tidak lagi diminati, sehingga nilai tawar dari tempat wisata tersebut tidak lagi mampu menarik daya minat wisatawan asing untuk datang ke tempat ini. Maka dari itu diharapkan pemerintah peka melihat realita minimnya pengunjung, agar bagaimana nanti objek wisata ini kembali diminati seperti zaman terdahulu.
“Kalau dilihat dari sisi keindahan objek wisata yang ada di daerah ini tidak jauh beda dengan objek yang ada di daerah maju, tetapi mungkin pengelolaannya berbeda. Padahal ketika dikelola secara serius akan dapat menunjang terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah maupun masyarakat setempat,” pungkasnya.
[M. Fahrul]