JUMAT, 29 JULI 2016
LARANTUKA — Pelanggan PT. PLN Rayon Larantuka sebanyak 18.585 pelanggan yang sebelumnya menggunakan listrik pasca bayar, sudah 100 persen beralih ke listrik pintar atau listrik pra bayar sejak tahun 2015.
| Manager PT.PLN Rayon Larantuka Fransiskus Xaverius Rodja |
Rayon Larantuka mengikuti jejak Rayon Adonara yang sebelumnya juga semua pelanggan sudah beralih ke listrik pintar. Tidak adanya keberatan dari pelanggan disebabkan adanya sosialisasi yang terus menerus dilakukan PLN terkait kekurangan dan kelebihan listrik pintar.
Demikian disampaikan Manager PLN Rayon Larantuka, Fransiskus Xaverius Rodja saat ditemui Cendana News di kantornya, Jumat (29/7/2016). Dikatakan Rodja, saat bertugas di Rayon Adonara,dirinya juga membuat semua pelanggan beralih menggunakan listrik pintar.
“Kami lakukan sosialisasi terus menerus baik di kecamatan,desa bahkan di tingkat RT.Petugas yang menggantinya pun sebelumnya harus menjelaskn duu ke pelanggan,” ujarnya.
Dengan sosialisasi yang terus menerus sebt Rodja, pelanggan akan memahami dan dengan sukarela beralih ke listrik pintar. Penolakan oleh pelanggan di beberapa wilayah tegasnya, dikarenakan pelanggan kurang memahami manfaat listrik pintar.
“Memang awalnya susah karena masyarakat belum paham. Disini tidak ada komplain karena sebelumnya kami lakukan sosialisasi terus menerus sebelum menggantinya,” ungkapnya.
Sebelum dipindahkan ke Larantuka, papar Rodja, dirinya bertugas di Rayon Maumere menangani pelanggan di 8 desa pada kecamatan Nelle. Pola pendekatan yang dilakukannya menyebabkan sebelum dirinya pindah ke Larantuka hanya tersisa 5 pelanggan yang belum migrasi ke listrik pra bayar.
“Waktu hendak dipasang meteran pra bayar, pemilik rumah tidak ada sehingga saya meminta petugas saya untuk menunggu pemilik rumah ada dahulu,” terangnya.
Bila menggunakan listrik pintar tegas Rodja, bila tidak dipergunakan PLN tidak mencabut meterannya bila pelanggan tidak membayar tagihan pemakaian listrik. Jika memakai listrik pintar atau pra bayar, mau berapa tahun tidak dipakai meterannya tidak akan dicabut.
Rayon Larantuka memiliki jumlah pelanggan sebanyak 18.585 pelanggan dengan pelanggan terbesar masih rumah tangga sementara pelanggan industri sekitar 100 pelanggan. Untuk mengantisipasi permintaan pelanggan industri akan kebutuhan listrik, PLN sudah memiliki program penambahan mesin.
“Kami sudah usulkan dan sudah disetujui penambahan 4 mesin dengan daya 2 MW yang sekarang sedang proses tender dan diperkirakan tahun 2017 sudah bisa beroperasi,” bebernya.
DPRD dan Pemda Flores Timur juga tambah Rodja sudah menyetujui akan membeli mesin di tahun 2017 untuk dihibahkan ke PLN dengan sistem hibah murni. Ini perusahaan negara sehingga jika pemda yang beli mesin berarti hibah murni karena uangnya juga uang negara. Waktu itu sambungnya, ditawarkan pemda apakah sistemnya bagi hasil.
Dirinya mengatakan PLN tidak masalah, tapi apakah pemda mau karena rating PLN Larantuka tiap bulan mengalami kerugian. Pemasukan sebulan sekitar 2 miliar rupiah sedangkan pengeluaran untuk beli solar dan oli sekitar 9 miliar rupiah.
“Apakah pemda Flotim mau kita bagi rugi karena kami selalu mengalami kerugian,” pungkasnya seraya tersenyum.(Ebed de Rosary)