SABTU, 23 JULI 2016
MALANG — “Ujung tombak suatu bangsa adalah Seni dan Budaya” hal tersebut di sampaikan Priyo Sutanto salah satu pelaku seni dan budayawan kota Malang kepada Cendana News, di sela-sela persiapan festival Kampoeng Tjelaket, Sabtu (23/7/2016).

Menurutnya, dirinya berani berbicara seperti itu karena apa yang ia sampaikan tersebut sudah terbukti dan bukan hanya sekedar omong kosong saja. Ia mencontohkan, ketika ada suatu kegiatan yang menampilkan sebuah kesenian, tentunya pasti akan banyak orang yang datang bahkan wisatawan asing juga akan datang dengan menggunakan jasa biro travel, hotel-hotel akan terisi penuh untuk tempat penginapan dan masyarakat juga bisa berjualan di sekitar area kegiatan.
“Hanya dengan seni, sektor ekonomi, transportasi, dan sektor pariwisata semua bisa tercover,” ungkapnya.
Ia kemudian menyebutkan, dari data riil yang ada di Indonesia menunjukkan bahwa wisatawan asing yang datang ke Indonesia 65% dikarenakan mereka tertarik dengan seni dan budaya yang di miliki bangsa ini. Oleh karena itu pemerintah harus benar-benar sadar bahwa seni dan budaya harus terus di galakkan untuk menarik sektor yang lain, ucapnya.
“Pemerintah harus betul-betul sadar bahwa seni dan budaya adalah ujung tombak dari suatu bangsa yang harus tetap di jaga keberadaannya,” tuturnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Mbah Priyo ini cukup menyayangkan sikap pemerintah yang dianggapnya masih sangat minim dalam mensosialisasikan budaya-budaya yang ada.
“Sebagai contoh, di media televisi yang sangat beraentuhan dengan masyarakat, sedikit sekali yang menampilkan kesenian daerah. Bahkan jam-jam tayang di televisi kebanyakan di isi oleh cekokan-cekokan budaya dari luar negeri yang menyebabkan masyarakat buta dengan budayanya sendiri,” sesalnya.
Sementara itu, Mbah Priyo berharap agar pemerintah lebih peduli dan mau memberikan stimulan yang bersifat bantuan berupa dana agar teman-teman yang berkecimpung di kesenian bisa menyelenggarakan kegiatan seni dan budaya reguler tahunan. Namun begitu mbah Priyo menekankan bahwa ia mengharapkan kepedulian pemerintah hanya sebatas pendanaan, bukan ikut campur dalam hal lainnya.
“Saya tekankan sekali lagi bahwa kita tidak ingin campur tangan pemerintah dalam hal kegiatan maupun bentuknya, pemerintah cukup campur tangan mengenai pendanaan. Biarkan masyarakat ini berkarya sesuai dengan kemampuannya sendiri,” tegasnya.(Agus Nurchaliq)