SABTU, 16 JULI 2016
SUMENEP — Pola penangkapan ikan yang dilakukan oleh para nelayan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sampai saat ini ternyata mayoritas masih mengandalkan rumpon. Hal tersebut merupakan satu-satunya cara untuk bisa membuat tempat persinggahan ikan, agar diwaktu melakukan penangkapan bisa mendapatkan hasil yang melimpah.
![]() |
| Suasana aktifitas nelayan saat ingin berangkat melaksanakan penangkapan ikan. |
Selama ini rata-rata para nelayan yang melakukan penangkapan ikan di perairan daerah ujung timur Pulau Madura ini belum memiliki cara lain yang lebih untuk bisa menagkap ikan dengan volume banyak. Sehingga mereka masih tetap bertahan dengan cara tradisional yang sudah berjalan sejak turun temurun dari nenek moyang terdahulu.
“Kalau disini mayoritas nelayan yang melakukan penangkapan ikan masih mengandalkan rumpun atau yang disebut Onjem, karena dengan cara itu kami bisa mendapatkan ikan melimpah. Sebab sampai sekarang masih belum ada cara lain untuk beralih selain menggunakan rumpon,” kata Abd. Rafik (38), salah seorang nelayan di Desa Beluk Raja, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Sabtu (16/7/2016).

Disebutkan, bahwa dengan menggunakan rumpon bukanlah hal mudah, selain membutuhkan biaya yang lumayan besar, tempat persinggahan ikan itu juga membutuhkan perawatan agar ikan tidak mudah pindah ke rumpon milik nelayan lain. Karena jika dibiarkan begitu saja rumput tersebut janurnya semakin berkurang, sehingga membuat ikan tidak kerasan berada di lokasi rumpon.
“Meskipun sudah ada rumpun terkadang nelayan belum menghasilkan tangkapan ikan yang melimpah, apalagi rumpon tersebut tidak lagi dirawat oleh pemiliknya, makanya jangan harap ada ikan yang singgah di rumpon itu. Jadi sesekali rumpon yang ada itu dikontrol agar dapat dipastikan dalam kondisi utuh, supaya ikan yang singgah tetap merasa nyaman,” jelasnya.
Walaupun sudah menggunakan rumpun rupanya belum sepenuhnya mempengaruhi terhadap hasil tangkapan ikan yang mereka peroleh, karena terkadang alat tangkap ikan atau jaring yang dilepas ke rumpon milikinya tidak berhasil memperoleh ikan sama sekali. Sehingga mereka harus pulang dengan tanpa membawa satupun ikan dari hasil melaut yang sudah menginap selama satu hingga dua malam di tengah laut.
“Ya kalau sedang tidak beruntung, meski sudah ada rumpon kami tidak mendapatkan ikan sama sekali. Padahal pada saat melepas jaring ke rumpon terlihat kerumunan ikan, tetapi ketika jaring diangkat ternyata tidak ada ikan sama sekali,” pungkasnya. (M. Fahrul)