Komunitas Peduli Korban Penyanderaan Lakukan Aksi Geser

JUMAT, 15 JULI 2016

LARANTUKA — Komunitas peduli korban penyanderaan yang terdiri dari Gertak Flotim, Yayasan Permata Bunda Berbelas Kasih, Agupena Flotim dan rekan pers kembali mengadakan aksi solidaritas terhadap korban penyanderaan teroris asal desa Laton Liwo kecamatan Tanjung Bunga Flotim.

Kegiatan yang berlangsung Jumat (15/7/2016) yang dinamakan Geser (Gerakan Seribu Perak) dilaksanakan di Pasar Inpres Larantuka, komplek pertokoan dan perkantoran di Larantuka.
Kanisius Ratu Soge kodinator Gertak Flotim dan Benedikta BC da Silva yang ditemui wartawan di lokasi kegiatan mengatakan,kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dengan mengajak sesama warga Flotim untuk memberikan sedikit rejeki yang dimiliki guna membantu ketiga keluarga korban penyanderaan teroris.
“Kami ingin mengetuk hati sesama warga Flotim untuk peduli kepada keluarga korban yang juga orang Flotim. Ini peting mengingat tulang punggung keluarga mereka ditahan dan nasibnya belum diketahui,” ujar Kanis.
Hal senada juga disampaikan Benedikta BC da Silvaketua Yayasan Permata Bunda Berbelas Kasih. Menurut Noben sapaannya,dengan aksi ini pihaknya ingin mengetuk hati dan mengajak masyarakat untuk membangun kebersamaan dan rasa solidaritas sebagai sesama warga Flotim.
Dengan aksi yang digelar lanjutnya,dana yang terkumpul akan dibuatkan buku tabungan pendidikan di koperasi bagi ke enam anak korban penculikan teroris di perairan Sabah Malaysia. Dana yang dikumpulkan sebut Noben sebesar 4.788.000 rupiah selama sekitar 3 jam melakukan aksi tersebut.
“Tadi malam kami sudah lakukan aksi seribu lilin dan doa bersama, hari ini kami lakukan aksi Geser dengan meminta uang secara sukarela demi membantu keluarga korban,”pungkasnya.
Disaksikan Cendana News,kegiatan dimulai dengan mendatangi kantor bupati Flotim sekitar pukul 10.30 WITA dilanjutkan dengan dinas PPO, PPKAD, Kesbangpol, Pertanian dan Peternakan, Koperasi dan UKM, Satpol PP dan dinas Kesehatan.
Sesudahnya, aksi dilanjutkan ke pasar Inpres Larantuka dengan membawa 3 kardus bertuliskan aksi solidaritas bagi ketiga korban penyanderaan teroris, pada kardus tersebut tertempel foto ketiga keluarga korban penculikan.
Warga terlihat antusias menyumbang terutama para pedagang kecil di pasar Inpres yang rela memberikan sedikit uang dari kekurangan mereka. Banyak warga yang spontan mengatakan bahwa ke empat orang yang terlibat merupakan orang yang selama ini rajin demo pemerintah tapi ternyata mereka juga bisa melakukan aksi sosial.
Bahkan beberapa kepala dinas dan PNS yang sempat kaget saat didatangi karena mengira kantornya didemo akhirnya memberikan sumbangan secara sukarela dan antusias. Bahkan Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Bernard Beda Keda sempat kaget dan terkesima setelah mengetahui niat anggota komunitas.
‘Saya bangga melihat anak-anak muda yang masih memiliki jiwa sosial. Saatnya kabupaten ini dipimpin anak-anak muda yang cerdas dan energik serta memiliki jiwa sosial,” ungkapnya.
Aminah Karim pedagang di pasar Inpres Larantuka kepada Cendana News mengaku terkesan dengan aksi yang dilakukan yang jarang sekali terjadi di Larantuka. Dirinya berharap agar para sandera seceparnya bisa dibebaskan dan kembali berkumpul bersama keluarga.(Ebed de Rosary)
Lihat juga...