RABU, 20 JULI 2016
MAUMERE — Ketahanan pangan merupakan salah satu dari 7 program dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah pemerintah Kabupaten Sikka tahun 2013 hingga 2018. Upaya dilakukan dengan meningkatakan produktifitas dalam daerah melalui ekstensifikasi dan intensifikasi serta pengembangan pangan lokal.

“Berkat kerja keras semua pihak masyarakat Sikka tidak kekurangan pangan,” ujar Drs. Yoseph Ansar Rera.
Pernyataan Bupati Sikka ini disampaikan dalam peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36 tingkat provinsi NTT di lapangan Kota Baru Maumere, Selasa malam (19/7/2016).
Dikatakan Ansar, sapaannya, peningkatan kapasitas kelompok tani dan PPL terus dilakukan sehingga kelompok tani dan PPL di kabupaten Sikka mendapat apresiasi di tingkat nasional tahun 2015.
Dari 6 kategori yang diperebutkan, jelas Ansar, Sikka meraih prestasi balai penyuluhan kecamatan berprestasi, Gapoktan berprestasi, kelembagaan ekonomi petani berprestasi dan penyuluh swadaya teladan nasional.

Verifikasi faktual lapangan oleh team dari Kementrian Pertanian RI paparnya,juga dilakukan beberapa bulan lalu tahun 2016 dan kabupaten Sikka mendapat 4 penghargaan dari 6 kategori yang dilombakan yakni sebagai penyuluh PNS teladan, penyuluh swadaya teladan, Gapoktan berprestasi dan balai penyuluh kecamatan berprestasi.
“Mereka akan mengikuti apel HUT RI di Istana Negara tanggal 17 Agusutus 2016 nanti. Ini sebuah prestasi yang membanggakan,” tuturnya.
Sedangkan berkaitan dengan lembaga kelompok tani, mantan Sekda Ende ini menyebutkan, telah terbentuk sebanyak 1.969 kelompok tani dimana kelompok pemula 876 kelompok tani, kelompok lanjut 985, kelompok madya 100 serta kelompok utama 8 kelompok tani.
Hari ini papar Ansar, baru saja lakukan pengukuhan lagi untuk 63 kelompok tani dimana kelas madya 53 dan kelas utama 10 kelompok tani. Pemkab Sikka ungkapnya, terus berupaya melaksanakan intensifikasi, ekstensifikasi dan rehabilitasi pembangunan pertanian.
“Semua usaha ini pada akhirnya bermuara kepada masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri,” pungkasnya.
Tema HPS ke-36 tingkat provinsi NTT adalah, bersama membangun kecukupan pangan untuk semua dengan mengusung moto pangan lokal pangan kebanggaan orang NTT.
Disaksikan Cendana News, peringatan HPS disemarakkan dengan pameran pangan lokal oleh setiap kabupaten dengan mendirikan stand pameran bermotifkan daerah masing-masing. Juga dilakukan lomba mengolah pangan lokal.
Hampir semua stand baik dari setiap kabupaten maupun stand-stand kecamatan di Sikka memamerkan produk pangan lokal yang sudah dikemas dan dilabeli. Peringatan HPS juga dimeriahkan dengan suguhan musik tradisional, tarian dan juga peragaan busana lokal. (Ebed de Rosary)