Kota Sampang Dikepung Banjir, Jalur Mudik Wilayah Selatan Madura Lumpuh

Foto : 
SABTU, 2 JULI 2016
SAMPANG — Keberadaan banjir yang mengepung di Kota Sampang, Jawa Timur, tidak hanya merendam ribuan rumah warga saja, tetapi juga membuat jalur mudik wilayah selatan Madura terputus. Pasalnya dengan tingginya genangan air menjadikan kendaraan baik roda dua maupun roda empat tidak melintas, sehingga harus balik arah mencari jalan alternatif agar bisa ke tempat yang dituju.

Suasana banjir yang membuat jalan utama tidak bisa dilintasi kendaraan.

Akses jalan di daerah yang terendam banjir memang merupakan jalan utama dari arah Kabupaten Pamekasan menju Kota Surabaya, sehingga apabila jalan tersebut sudah terndam banjir, masyarakat yang hendak bepergian ke Surabaya tidak bisa melintas. Sebaliknya untuk pengendara yang dari arah Surabaya juga terputus, apabila ingin sampai ke tujuan mereka harus memutar lewat jalur utara Madura.

“Jadi dengan rendaman banjir yang melanda kota ini membuat jalur mudik wilayah selatan Madura lumpuh, karena kota ini merupakan akses jalur utama menuju Surabaya maupun sebaliknya. Makanya kalau disini yang tidak bisa dilintasi akibat tingginya banjir, para pengendara harus melewati jalur alternatif yang bisa tembus ke jalur wilayah utara,” kata Anisah (39) salah seorang warga Kota Sampang, Sabtu (2/7/2016).
Disebutkan, bahwa dengan adanya banjir yang terjadi di titik utama jalur mudik wilayah Madura ini akan dapat menghambat perjalanan para pemudik yang akan pulang ke kampung halamannya. Sebab meski tidak harus menunggu air surut, mereka harus kembali putar arah untuk mencari jalur yang terhindar dari banjir, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tiba ke kampung halamannya.
“Ya kalau masih menunggu air surut untuk melintasi jalur ini akan memakan waktu lama, jadi biasanya para pengendara yang ingin melintas mencari jalan alternatif, namun masih harus berputar,” jelasnya.
Oleh karena itu, dengan rendaman banjir yang terjadi membuat para pengendara yang ingin melintas di Kota Sampang tersebut terpaksa kembali arah dan mencar jalan lain agar bisa sampai ke tujuan. Sebab banjir yang ketinggiannya diatas 50 Centi meter itu tidak bisa diterobos, maka jika dipaksakan akan dapat merendam kendaraan hingga bisa mogok. (M. Fahrul) 
Lihat juga...