LAMPUNG — Insiden pemudik meninggal dunia di Brebes saat arus mudik lebaran 2016(1437 Hijriyah) menjadi perhatian bagi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) khususnya dengan kurangnya antisipasi oleh pihak pengelola infrastruktur transportasi.
Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono mengungkapkan, sebagai salah satu pelabuhan penyeberangan penumpang ia melihat sebelum arus mudik, pihak PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) telah menyiapkan alat alat keselamatan di dalam kapal melalui uji petik oleh petugas syahbandar dan otoritas pelabuhan.
Menurut Soerjanto Tjahjono, keselamatan pemudik dalam arus balik harus menjadi perhatian terutama kondisi cuaca saat ini cukup panas yang berdampak pada kondisi fisik pemudik terutama pengendara kendaraan bermotor. Gejala dehidrasi jadi perhatian KNKT sehingga pemudik penumpang kendaraan roda dua khusus anak anak dan orangtua harus mendapat prioritas.
“Puncak arus mudik di pelabuhan Bakauheni jangan sampai terjadi korban saat arus balik terutama kesiapan di jalur khusus kendaraan roda dua saya lihat sudah disiapkan tenda dan kipas angin khusus dengan spray air,”ungkap Soerjanto Tjahjono saat dikonfirmasi Cendana News di pelabuhan Bakauheni, Lampung (8/7/2016).
Ia bahkan menghimbau khusus pemudik arus balik pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang rentan terserang dehidrasi agar pihak PT ASDP Bakauheni menyiapkan air minum mineral yang dibagikan.
Selain keselamatan pemudik di darat, faktor keselamatan di kapal juga menjadi perhatian KNKT dengan tersedianya alat-alat keselamatan, minimal berupa kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), ruang kesehatan serta alat alat keselamatan standar yang seharusnya ada dalam kapal diantaranya pelampung, sprinkle air, sekoci dan alat keselamatan lain.
“Kita sudah lakukan monitoring sebelumnya terhadap sejumlah kapal dan semua kapal beroperasi telah dilengkapi dengan alat keselamatan standar minimum untuk kapal beroperasi terutama kapal penumpang,”ujar Soerjanto Tjahjono.
Ia juga memuji langkah pihak PT ASDP yang melakukan terobosan baru dalam sistem penjualan tiket elektronik berada sekitar 30 kilometer dari pelabuhan Bakauheni dengan tujuan menghindari kemacetan dan berpotensi menjadi insiden akibat kondisi fisik pemudik arus balik meningkat. Langkah tersebut diakui efektif mengurai kepadatan lalu lintas di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni sehingga pemudik yang sudah membeli tiket di Hotel 56 langsung bisa masuk melalui jalur khusus tanpa mengantri di depan toll gate.
Sebelum mengunjungi pelabuhan Bakauheni dan melakukan pemantauan terhadap keselamatan pemudik arus balik kepala KNKT mengunjungi bandara Raden inten II di Lampung Selatan, terminal Rajabasa di Bandarlampung, stasiun kereta api Tanjung Karang.
General Manager PT ASDP Bakauheni, Eddy Hermawan mengakui telah melakukan langkah antisipasi bagi pemudik dalam arus balik khusus pengguna kendaraan roda dua diantaranya menyiapkan tenda di depan toll gate penjualan tiket, area dermaga pelabuhan yang menghindarkan calon penumpang pengguna kendaraan roda dua dari dehidrasi dan kelelahan.
Bagi penumpang pejalan kaki pihak ASDP juga menyiapkan loby penumpang setelah membeli tiket pejalan kaki dengan menyiapkan ruang tunggu berpendingin yang berdekatan dengan posko kesehatan. Ruang nyaman lengkap dengan fasilitas tempat duduk nyaman bahkan telah disiapkan bagi pemudik pejalan kaki dalam arus balik khusus anak anak dan lansia.