SELASA, 12 JULI 2016
LARANTUKA — Keluarga Laurens Koten yang menetap di desa Nobo kecamatan Ilebura kabupaten Flores Timur (Flotim) NTT merasa terkejut saat disampaikan staff kantor Kesbangpol anak mereka termasuk salah satu dari 3 orang yang disandera kelompok teroris.
| Kades Nobo Rafael Gola Buka bersama tante dari Lauren Koten, Elisabet Bare Mukin |
Elisabet Bare Mukin, tante korban yang ditemui Cendana News di kediamannya di desa Nobo Senin malam (11/7/2016) mengakui, Laurens Koten merupakan anak dari Maria Min Kawure saudari kandung almarhum suaminya.
Sementara ayah Laurens Mige Koten lanjutnya berasal dari dusun Kotenwalang desa Latonliwo kecamatan Tanjung Bunga. Sejak kedua orang tuanya berpisah, ibu Laurens merantau ke Kalimantan bersama anak lelakinya bernama Ben Koten yang sudah bekerja menjadi guru disana.
“Ibunya dan adik lelakinya juga tidak tahu kalau Laurens sudah menikah dan istrinya berasal dari mana saat tadi siang kami telepon,” tuturnya.
Elisabet menambahkan, Laurens pernah datang ke Nobo sekitar tahun 2015 dan bakar lilin di kubur pamannya, suami dari Elisabet. Tapi saat itu Laurens hanya sebentar berada di Nobo dan kembali ke Malaysia bersama istri dan anaknya.
“Kami harapkan presiden Jokowi bisa mengusahakan supaya anak kami dibebaskan dan bisa kembali ke kampung halaman berkumpul bersama istri dan anaknya serta keluarga semua,” harapnya.
Kades Nobo Rafael Gola Buka yang ditemui bersamaan juga mengamini hal ini. Rafael mengaku tidak mengenal secara pasti Laurens dan keluarganya karena saat itu dirinya masih di tanah rantau.
“Saya tidak tahu persis posisi mereka karena saat mereka merantau saya juga belum kembali ke desa Nobo,’ tuturnya.
Rafael berharap mudah-mudahan warga Flotim yang disandera bisa dibebaskan dan kembali dengan selamat, Pemerintah pusat harus mempunyai kepedulian tinggi sehingga para sandera bisa segera dibebaskan.(Ebed de Rosary)