SABTU, 9 JULI 2016
SANGGAU — Ruas jalan penghubung Kecamatan Tayan Hilir – Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat memprihatinkan, di saat musim kemarau akan berdebu, di saat musim hujan jalan menjadi licin, berlubang dan rawan amblas.

“Ini musim kemarau susah juga. Karena debu menyelimuti kendaraan. Kalau todak hati-hati, bawa kendaraan bisa bahaya. Jalan poros ini jaraknya 45 kilometer. Jalan poros ini digunakan warga setiap harinya,” kata Afik, warga Kecamatan Meliau saat melintas di jalan poros Tayan Hilir-Meliau, Sabtu (9/7/2016).
Ia bercerita, pada saat musim hujan pernah terjebak amblas kendaraannya di tengah jalan karena masuk lubang. Saat itu, tidak satu pun kendaraan lewat, terlebih jalan poros berada di tengah hutan dan kebun kelapa sawit tersebut.
“Saya bersama kernet saya nginap pas mobil amblas. Ya tidak makan semalam. Karena jauh sekali kampung dari sini. Mobil tidak ada yang lewat. Pas waktu itu sudah malam jam 9. Paginya baru bisa selamat ditarik kendaraan lainnya,” ucapnya.
Ia mengaku sudah belasan tahun membawa truk pengangkut buah kelapa sawit. Sejak itu pula, ia sering melewati jalan tersebut.
“Kalau amblas, sudah tak terhitung. Untuk jalannya, ada yang sudah diaspal, ada juga masih jalan tanah. Ini licin kalau musim hujan. Di sebelahnya itu sungai Kapuas, rawan kalau pas naik tanjakan,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah setempat dapat memperhatikan jalan poros tersebut. Karena, jalan poros tersebut merupakan urat nadi masyarat setempat untuk membawa hasil bumi dan bisnis lainnya.
“Inikan banyak yang lewat sini. Ada tukang sayuran, jualan baju dari Pontianak ke Meliau juga banyak. Tolong lah benar-benar diperhatikan jalan poros. Susah kalau jalan rusak. Kami lelah dengan jalan poros ini. Biaya makin mahal,” ujarnya.
[Aceng Mukaram]