Hindari Kemacetan, Arus Balik H+2 Didominasi Kendaraan Roda Dua

KAMIS, 7 JULI 2016

LAMPUNG — Arus pemudik pengguna kendaraan roda dua terus mengalir memasuki area pembelian tiket Pelabuhan Bakauheni, Lampung sejak pagi hingga sore. Kedatangan calon penumpang kapal pengguna kendaraan roda dua tersebut bahkan tercatat mencapai 1.749 unit perhari pada hari pertama lebaran hingga memasuki hari kedua.
Fenomena meningkatnya jumlah kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Jawa dari Pelabuhan Bakauheni tersebut menurut salah satu petugas loket diakibatkan pemudik arus balik tak ingin terjebak macet. Bahkan sebagian pemudik ke Pulau Jawa memilih melakukan perjalanan pulang pada hari kedua lebaran setelah merayakan lebaran di Lampung.
Sebanyak 6 loket portable khusus untuk penjualan tiket kendaraan bermotor disiapkan melengkapi dua unit loket permanen yang ada di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Meski telah dilakukan penambahan, antrian pemudik arus balik yang akan membeli tiket kendaraan bermotor terlihat mengular meski tidak sampai ke luar pintu pelabuhan. Pemandangan berbeda terjadi sebaliknya pada loket pembelian tiket khusus kendaraan roda empat yang masih terlihat lengang meski sebanyak empat loket telah disiapkan.
“Saya memilih pulang hari ini karena tidak mau seperti kemarin harus mengantri dan macet di jalan sewaktu menyeberang dari Merak, selain sudah bertemu dengan sebagian besar keluarga dua hari lebaran ini, saya masih harus silaturahmi dengan keluarga kami di Jawa,”ungkap Usman, salah satu pemudik dari wilayah Lampung Timur saat mengantri membeli tiket kendaraan roda dua di Pelabuhan Bakauheni, Kamis (7/7/2016).
Meningkatnya jumlah pemudik arus balik menggunakan kendaraan bermotor dari wilayah Sumatera menuju Pulau Jawa tercatat dalam data posko angkutan lebaran sejak H minus 12 dengan jumlah kendaraan bermotor menyeberang mencapai 9.485 unit. Jumlah tersebut akan semakin meningkat saat pemudik yang sebelumnya menyeberang dari Pelabuhan Merak kembali melalui pelabuhan Bakauheni Lampung.
Pantauan di sepanjang jalan lintas Sumatera dominasi kendaraan roda dua dari jalur lintas tengah dan jalur lintas Timur Sumatera merupakan pemudik arus balik yang akan kembali ke Pulau Jawa. Prioritas bagi pemudik arus balik tersebut membuat PT ASDP terus memberlakukan larangan truk non sembako menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni. Larangan truk non sembako melintas mengakibatkan  jumlah truk ekspedisi yang menyeberang melalui pelabuhan Bakauheni menurun drastis sejak H minus 12 dengan jumlah truk menyeberang mencapai 1.719 unit pada hari pertama lebaran menurun menjadi hanya 177 unit.
General Manager PT ASDP cabang Bakauheni, Eddy Hermawan mengungkapkan, pelarangan masih diberlakukan dari H minus lima lebaran hingga H plus tiga lebaran. Pelarangan hanya berlaku untuk kendaraan truk pengangkut ternak, bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok. Pengawasan kendaraan truk yang melintas tersebut ungkap Eddy Hermawan akan berkoordinasi dengan kepolisian lalu lintas Polres Lampung Selatan dengan menyiapkan puluhan kantong parkir di beberapa rumah makan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera dan Jalan Lintas Timur.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terutama saat arus balik agar kendaraan truk non sembako sementara dilarang melintas bahkan diarahkan ke kantong parkir,”ungkap Eddy Hermawan.
Titik titik pertemuan kemacetan lalu lintas menuju Pelabuhan Bakauheni terjadi berdasarkan pantauan diantaranya pertemuan jalan lintas timur dan jalan lintas Timur. Selain pertemuan dua jalur jalan utama, keberadaan pedagang penjual makanan khas daerah Lampung sebagai oleh oleh membuat pemudik arus balik berhenti dan mempersempit badan jalan. Petugas kepolisian lalu lintas terus melakukan pengaturan lalu lintas di jalur pintu masuk pelabuhan Bakauheni hindari penyempitan jalan dan timbulnya kecelakaan lalu lintas.
[Henk Widi]
Lihat juga...