Harga Tembakau Sering Anjlok, Petani di Sumenep Jadikan Mentimun Sebagai Tanaman Alternatif

SABTU, 23 JULI 2016 

SUMENEP — Memasuki musim tanam tembakau belum sepenuhnya membuat petani di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tertarik menanam daun emas tersebut. Pasalnya dalam beberapa tahun harga tembakau sering anjlok, akibatnya para petani mengalami kerugian besar. Sehingga saat ini mereka memilih tanaman alternatif untuk mendapatkan hasil yang lebih menjanjikan.

Petani sedang merawat tanaman mentimun.
Dalam memilih tanaman alternatif sebagai pengganti tembakau mereka menjadikan mentimun sebagai satu-satunya komuditas yang cocok dan tidak perlu mengeluarkan biaya banyak, apalagi masa panen tidak membutuhkan waktu lama. Sehingga dalam waktu 40 hari petani tersebut sudah bisa menikmati hasil panen tanaman tersebut.
“Sekarang tanaman tembakau tidak lagi menjanjikan seperti dulu, karena dalam beberapa tahun ini harganya selalu anjlok, sehingga banyak petani merugi. Makanya kami lebih memilih tanaman lain sebagai alternatif, tetapi hasilnya lebih menjanjikan dari pada tanam tembakau,” kata Moh. Zaini (35), salah seorang petani di Desa Bates, Kecamatan Dasuk, Sabtu (22/7/2016).
Disebutkan, bahwa pada umumnya para petani di daerah setempat tidak lagi tanam tembakau, selain harganya selalu murah, saat ini juga masuk musim kemau basah, sehingga membuat tanaman tembakau tidak tumbuh maksimal. Maka dengan kondisi seperti ini mereka harus pintar melihat peluang pasar untuk memilih tanaman alternatif, supaya hasil yang diperoleh dapat menjanjikan.
“Kalau tanaman mentimun kan panennya tidak membutuhkan waktu lama, jadi petani dengan cepat bisa menikmati hasilnya. Jadi sebenarnya masih banyak tanaman alternatif lain yang bisa digarap petani, agar tidak selalu bergantung pada tanaman tembakau yang dikenal dengan daun emas,” jelasnya.
Mereka berharap dengan memilih tanaman alternatif tersebut nantinya bisa mendapatkan hasil yang lebih menjanjikan dari pada menanam tembakau. Sehingga kedepan tanaman tersebut bisa dijadikan sebuah komuditas yang bisa memberikan hasil besar terhadap petani dikala musim tanam tembakau. (M. Fahrul)
Lihat juga...