BANDUNG — Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnaskertrans) Jawa Barat (Jabar) Ferry Sofwan menyampaikan, per tahun Jabar membutuhkan sekitar 500 ribu tenaga kerja. Hal tersebut tercatat dalam data base informasi pasar kerja.
“Di Kabupaten dan Kota ada data base informasi pasar kerja, kalau dari catatan hampir 500 ribuan pertahun,” ujar Ferry.
Dikatakan, jumlah kebutuhan tenaga kerja tersebut belum pasti, mengingat banyak perusahaan yang tak kunjung melaporkan dikala akan menyerap pegawai. Artinya bisa saja kebutuhan perusahaan untuk menampung tenaga kerja dalam satu tahun lebih banyak dari itu.
“Sebetulnya kita ada ketentuan (melapor jika membutuhkan tenaga kerja) tapi banyak yang belum melapor,” ungkapnya.
Kendati demikian, pihaknya tidak akan memberikan hukuman kepada pihak perusahaan yang tak melaporkan itu. Namun menurutnya, akan lebih baik jika pihak perusahaan bisa menyampaikan informasi terkait jumlah pekerja yang akan direkrut.
“Tidak ada sanksi hanya kesadaran dari perusahaan. Kita ingin dorong perusahaan untuk memberikan informasi berapa lowongan pekerjaan yang dibuka,” jelasnya.(Rianto Nudiansyah)