Hadroh Satpom TNI AU Lanud Adisucipto Sambut Pemudik di Yogyakarta

JUMAT, 1 JULI 2016

YOGYAKARTA — Tugas menjaga keamanan bagi Satuan Polisi Militer TNI AU Pangkalan Udara Adisucipto Yogyakarta, bukan menjadi beban. Bahkan, di sela kesibukan menjaga keamanan arus mudik di Bandara Udara Adisucipto, pasukan Kesatuan Polisi Militer TNI AU Pangkalan Udara Adisucipto masih sempat menghibur penumpang pesawat yang tiba di Terminal A dengan mementaskan musik tradisional Islami, hadroh.

Hadroh Satpom TNI AU Lanud Adisucipto
Suasana berbeda terlihat di terminal kedatangan penumpang Terminal A Bandara Udara Adisucipto Yogyakarta. Sejumlah personil TNI AU yang biasa tampak seram menjaga keamanan bandara dengan senjata laras panjang, justru terlihat asyik bermain musik hadroh. Dengan berseragam lengkap, namun berkopiyah, sebanyak 21 personil Satuan Polisi Militer TNI AU Lanud Adisucipto fasih membawakan lagu-lagu Islami seperti Ilir-ilir, Padang Bulan dan sebagainya. 
Melihat pentas musik hadroh yang dimainkan oleh aparat keamanan, sejumlah penumpang yang baru saja tiba di Terminal A tersebut tampak kagum, dan sesaat menyempatkan diri untuk menonton. “Bangga juga melihat petugas keamanan bisa memainkan hadroh. Ternyata, militer yang biasanya mengangkat senjata bisa bermain seni dan religius”, ungkap Nina Herlina, salah satu warga yang mengaku terkesan dengan penampilan para petugas keamanan itu, pada Jumat (1/7/2016).
Letkol Yudi Pratikno, Komandan Satuan POM TNI AU Lanud Adisucipto
Sementara, Komandan Satuan Polisi Militer TNI AU Lanud Adisucipto, Letnan Kolonel Yudi Pratikno, ditemui usai memainkan hadroh mengatakan, di tengah melaksanakan tugas pokok menjaga keamanan selama arus mudik dan balik tahun ini, sebulan sebelumnya pihaknya sengaja berlatih hadroh dengan mendatangkan pelatih dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Hadroh, kata Yudi, dipilih sebagai kegiatan seni religius karena momentum Bulan Ramadhan. Selain itu, melalui kesenian hadroh pihaknya juga merasa bisa saling mengingatkan untuk lebih meningkatkan keimanan. “Hal paling sulit dalam memainkan hadroh ini adalah menyelaraskan tiga alat musiknya yang disebut penerbang. Tapi dengan semangat yang kuat, dalam waktu sebulan alhamdulilah kami sudah bisa bermain dengan baik”, ujarnya.
Hadroh Wirawaskita Satpom TNI AU Lanud Adisucipto akan menghibur pemudik yang datang melalui Terminal A Bandara Udara Adisucipto sepekan sebelum dan sesudah lebaran, sesuai bagian tugas Satpom berjaga selama musim mudik dan balik lebaran 2016 ini. Di sela membawakan lagu-lagu Islami, Yudi menyuarakan imbauan agar para pemudik berhati-hati dan selalu waspada selama berada di perjalanan. Selain bermanfaat bagi pemudik dan siapa pun yang bisa menyaksikan, kesenian hadroh yang dimainkannya itu diakui Yudi mampu membuat hati personilnya bisa lebih tenang dalam menjalankan tugas-tugas pengamanan. (koko)
Lihat juga...