MINGGU, 10 JULI 2016
YOGYAKARTA — Selama ini, makanan ringan sejenis kue kering yang disebut egg roll banyak disuka oleh para kaum berada. Rasanya gurih, enak, dan lezat, dengan tekstur yang sangat lembut di mulut. Egg roll banyak disuka karena kelezatannya yang tak menimbulkan rasa bosan. Sayangnya, egg roll yang selama ini ada di pasaran merupakan hasil produksi pabrikan, sehingga harganya terhitung mahal.
![]() |
| Sri Rejeki, ketua kelompok |
Namun, kondisi tersebut ternyata mampu ditangkap sebagai peluang bisnis oleh sekelompok ibu-ibu kreatif Dusun Somadaran, Banyuraden, Gamping, Sleman. Mereka dengan sangat kreatif membuat egg roll yang tak kalah nikmat dan lebih khas serta unik karena menggunakan bahan tradisional tepung ketela atau yang biasa disebut gaplek. Dengan penggunaan tepung ketela itu, egg roll buatan para ibu itu justru lebih bagus.
“Jika egg roll buatan pabrik mudah rontok, egg roll dengan tepung gaplek ini lebih ulet, tapi tetap lembut di mulut dan renyah”, ujar Sri Lestari, ketua kelompok pengrajin egg roll Dusun Somadaran, Minggu (10/7/2016).
![]() |
| Egg Roll tepung gaplek |
Tak pelak, egg roll tepung gaplek di musim lebaran kali ini banyak dipesan warga sejak Bulan Ramadhan, kemarin. Menurut Sri, jika di hari biasa dalam setiap bulannya hanya laku 50 Karton yang berisi 26 Toples, sejak Ramadhan kemarin pesanan meningkat hingga 150-200 Karton sebulan. Sri mengatakan, jumlah permintaan itu sebetulnya bisa lebih tinggi lagi. Namun, karena proses pengerjaannya masih manual, tidak semua permintaan bisa dipenuhi.
Umumnya, kata Sri, pemesan egg roll buatannya akan digunakan sebagai oleh-oleh dan beberapa perusahaan swasta bahkan ada yang memesannya untuk dibuat parcel. Dengan harga rata-rata Rp. 37.500 Per Toples isi 25 batang egg roll, Sri mengklaim egg roll buatannya jauh lebih murah dari egg roll buatan pabrik dan import. Tak ada kendala apa pun dalam proses pembuatan egg roll berbahan tepung gaplek ini, kecuali prosesnya yang masih manual sehingga tak mampu memenuhi permintaan saat terjadi lonjakan. (koko)
