SELASA, 19 JULI 2016
SOLO — Dua warga Solo, Jawa Tengah, ditangkap Densus 88 Anti Teror pada Selasa pagi (19/7) secara terpisah. Dua warga yang diduga terlibat aksi teroris tersebut adalah Heriyanto, warga Makam Haji, Kabupaten Sukoharjo, dan Hasan Alrosyid warga Blulukan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
![]() |
| Hasan Alrosyid bersama rekannya FPI Solo saat mendatangi Mapolresta Solo pada Senin (18/7) kemarin. |
Dari informasi yang didapat Cendana News, salah satu terduga teroris ditangkap Densus 88 dan personil Polresta Solo di Jalan Under Pass, Makam Haji, Kartasura, Sukoharjo, sekitar pukul 08.30 WIB. Hariyanto diduga terlibat aksi teror di Mapolresta Solo, beberapa waktu lalu, yakni mencarikan sepeda motor yang digunakan Nur Rohman melakukan aksi bunuh diri.
Hariyanto juga disebut-sebut pernah menampung DPO Nur Rohman dan Andhika sebelum dan sesudah ke Bekasi pada Desember 2015. Sementara Hasan Alrosyid (35) ditangkap di Mapolresta Solo, saat yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan oleh petugas.
Hasan Alrosyid selama ini dikenal aktif di Ormas FPI Solo. Hasan ditangkap usai diperiksa itu diduga terlibat kasus terorisme, yakni memberikan kontak Arif Hidayatullah alias Abu Mushab yang ditangkap di Bekasi pada 2015 lalu, kepada Hamzah untuk memberangkatkan Nur Rohman dan Andika ke Bekasi. Arif Hidayatullah alias Abu Mushab sendiri merupakan adik kandung Hasan Alrosyid.
Hasan juga diduga memberikan uang sebesar 300 ribu untuk perjalanan Hamzah dan Nur Rohman ke Bekasi. Sebelumnya, Hasan pada Senin (18/7) mendatangi Mapolresta Solo bersama sejumlah rekannya FPI untuk mengklarifikasi jika dirinya tidak terlibat dalam jaringan teroris. Namun, Selasa pagi Hasan yang dipanggil untuk diperiksa justru ditangkap petugas kepolisian dan Densus 88. (Harun Alrosid)