Diduga Ada Mafia Tiket ,Dirut Diminta Copot Kepala Pelni Maumere

MINGGU, 10 JULI 2016

MAUMERE — Habisnya tiket kapal penumpang Pelni KM Siguntang, Umsini, Nggapulu maupun Lambelu mengundang tanya penumpang kapal tujuan Sulawesi, Kalimantan maupun ke Jawa. Penumpang mencurigai adanya mafia di tubuh Pelni Maumere dan sudah berlangsung lama sehingga saat musim ramai, tiket kapal Pelni sering habis. Kejadian habisnya tiket sempat membuat penumpang kecewa dan hampir terjadi keributan.
Beberapa calon penumpang yang ditemui Cendana News di depan kantor Pelni, Sabtu (9/7/2016) mengaku resah karena belum mendapat tiket. Mereka mengakui, sejak hari Senin (4/7/2016) selalu mendatangi kantor Pelni dan dijawab tiket tidak ada.
“Kami datang tiap hari cek tiket mau ke Jakarta tapi katanya sudah habis. Ada penumpang lain setelah masuk ke kantor dapat tiket tapi katanya dia bayar dua kali lipat,” ujar Laurensius Gale.
Laurens dan penumpang lainnya meminta agar Dirut Pelni segera mencopot kepala Pelni Maumere karena mereka mencurigai adanya mafia tiket. Hal ini diperkuat dengan banyaknya calo tiket di depan kantor Pelni yang menawarkan tiket dengan harga selangit.
“Calo ada 4 sampai 5 orang di depan kantor, mereka tawarkan kami tiket tapi harganya dua kali lipat. Saya tidak punya uang, lebih baik kita tunggu saja sampai ada tiket baru berangkat,” ungkapnya.
Laurens dan para calon penumpang lainnya meminta agar Dirut Pelni segera memeriksa dan memberhentikan kepala cabang Pelni Maumere karena membuarkan calo bebas menguasai tiket.
Hal senada juga disampaikan Veronika Sale, calon penumpang lainnya yang mengaku tidak mendapatkan tiket sejak Senin (4/7/2016). Vero sapaannya mengaku hanya diberikan kertas dan akan dihubungi bila tiket tersedia setelah membayar sejumlah uang.
“Kami hanya diberi kertas saja, tidak diberi tiket. Petugas Pelni katakan nanti dihubungi kalau tiket ada, tapi ternyata belum juga dihubungi. Saya takut jangan sampai uang kami hilang,” tuturnya penuh emosi.
Petugas Pelni yang ditemui wartawan di kantornya dan meminta namanya dirahasiakan mengakui belum bisa pastikan dan menjanjikan tiket tersedia. Kalau sebentar ada tiket yang masuk ujarnya maka pihaknya akan memberikan.
Dirinya pun meminta penumpang menunggu pimpinan cabang, karena bila pimpinannya mengatakan bisa diberikan tiket maka tiket akan diberikan semetara dirinya mengaku hanya mengerjakan pekerjaannya saja.
“Kita hanya menunggu saja, jadi bersifat menunggu.” ujarnya buru-buru.

[Ebed De Rosary]

Lihat juga...