Dalam Menjalakan Tugas, Polisi Pamong Praja NTB Diminta Lebih Humanis

KAMIS, 14 JULI 2016

LOMBOK BARAT — Dalam menjalankan tugas dan fungsi, baik dilingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat menegakkan Peraturan Daerah (Perda) dan pengamanan lain, Polisi Pamong Praja (Pol.PP), Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta lebih humanis.

“Lakukan pendekatan yang humanis kepada masyarakat, saya yakin dengan pendekatan seperti itu, segala permasalahan yang terjadi akan teratasi dengan baik, termasuk gangguan yang dapat membuat pembangunan terhambat,” Kata Wakil Gubernur saat Bimbngan Teknis Pengamanan, Penjagaan Objek Wisata dan Kemampuan Dasar Intelijen Bagi Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Se- NTB, di Hotel Puri Saron, Senggigi Kabupaten Lombok Barat, Kamis (14/07/2016).
Amin mengatakan, semua pihak harus berada pada posisi problem solver atau pemecah masalah dari setiap masalah yang dihadapi pemerintah dan masyarakat, akan sulit mewujudkan pembangunan yang baik kalau semua pihak menjadi bagian dari masalah yang ada, terutama masalah keamanan..
Dijelaskan, setiap daerah memiliki potensi konflik dan masalah, apalagi tugas utama Pol. PP adalah menegakkan peraturan daerah serta mendukung terciptanya kondusifitas daerah, tentunya akan bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Oleh karena itu, saya berharap anggota satuan Pol. PP untuk terus meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya dalam melaksanakan tugas yang diembannya, agar semakin mampu bertindak cepat, tegas dan humanis serta senantiasa bisa bertindak sesuai koridor hukum agar terhindar dari pelanggaran hukum.
Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTB, Dirja Harta menyampaikan kegiatan Bimtek tersebut dimaksudkan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Pol PP dalam melakukan pengamanan, menjaga kondusifitas dan tata cara mendapatkan informasi yang berpotensi menimbulkan gangguan di kawasan wisata.
“Ini juga dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah daerah di bidang pariwisata, khususnya destinasi wisata halal,” Jelasnya.
Dari 40 anggota Satpol PP yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan keterampilan dalam menjalankan tugas, terutama di lapangan.
Kegiatan yang diinisiasi Kesatuan Polisi Pamong Praja Prov. NTB tersebut melibatkan anggota Satpol PP Kabupaten Kota se-NTB. Masing-masing Kabupaten Kota mengutus tiga anggotanya untuk mengikuti kegiatan tersebut.(Turmuzi)
Lihat juga...