Benda Diduga Mortir di Dekat SPBU Sempat Gegerkan Klaten

MINGGU, 17 JULI 2016

SOLO — Penemuan benda yang diduga berisi mortir pelontar (mortar), di dekat SPBU Bendogantungan, Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu petang, sempat menggegerkan warga setempat. Pasalnya, sebelum ditemukan benda mencurigakan itu, ada sebuah mobil yang diketahui berhenti di dekat lokasi tersebut. 
Polres Klaten yang mendapat laporan benda mencurigakan itu langsung menindaklanjuti dengan mengamankan benda tersebut di Mapolsek Kota. Polres Klaten juga  memanggil tim Gegana Brimob, dari Sukoharjo. Tim Gegana Brimob yang tiba di Mapolsek sekitar pukul  18.00 WIB, langsung melakukan prosedur penjinakan bahan peledak. 
Kapolres Klaten AKBP Faizal yang ikut menunggu proses penjinakan benda tersebut sempat dibuat was-was. Pasalnya, dalam tabung itu bertuliskan TNT Bomb. Betapa kagetnya Kapolres Klaten dan tim penjinak bom, isi dari tabung itu tidak berisi bahan peledak, namun berisi peralatan bengkel seperti kunci pas, obeng dan tang.
Tak pelak kejadian itu membuat Kapolres dan tim tertawa sambil geleng-geleng kepala.”Ini yang namanya hal sepele tapi membuat  geger dan gempar, ke depan saya akan koordinasikan kepada pihak-pihak terkait agar kejadian seperti ini tidak terulang” papar Kapolres di Mapolsek Kota.
Menurut Kapolres, tabung yang sempat menggemparkan tersebut berisi sebuah obeng, tang, dan 7 buah kunci pas. Meski begitu, Kapolres tetap bersyukur karena tabung tersebut bukan berisi bahan peledak. 
“Alhamdulillah hanya kunci pas dan obeng, bukan bom seperti yang kita sangka, jadi masyarakat tetap aman”, imbuhnya. 
Sebelumnya, adanya benda mencurigakan yang diduga mortar itu ditemukan salah satu warga Sumarjiati, yang kebetulan berada di dekat SPBU Bendogantungan. Adanya tabung berwarna hijau dan bertuliskan TNT Bomb langsung dilaporkan koramil Kebonarum, dan dilanjutkan ke pihak kepolisian. 
Beberapa warga lain ada yang menyebutkan  jika satu jam sebelumnya ada sebuah mobil milik TNI yang tengah dibetulkan di lokasi tersebut karena kerusakan radiator.  Dari laporan itulah selanjutnya dilakukan upaya-upaya penanganan, hingga akhirnya diketahui tabung tersebut ternyata berisi peralatan kendaraan. (Harun Alrosid)
Lihat juga...