JUMAT, 29 JULI 2016
LARANTUKA — Pemadaman bergilir yang dilakukan oleh PLN Rayon Larantuka sejak sekitar bulan Maret 2016, menimbulkan kegeraman bagi masyarakat yang menjadi pelanggan PLN.
| Manager PLN Rayon Larantuka Fransiskus Xaverius Rodja |
Fransiskus Xaverius Rodja, Manager PLN Rayon Larantuka yang ditemui Cendana News,Jumat (29/7/2016) memaklumi hal ini. Dikatakan Rodja, pemadaman dilakukan karena PLN mengalami defisit daya.
“Bulan Juni kami mulai lakukan pemadaman dengan sistem sehari menyala sehari padam. Kami mengalami defisit daya sehingga harus menempuh cara ini” ujarnya.
Dijelaskannya, PLN Rayon Larantuka terpaksa mencari tambahan mesin dengan menyewa mesin pembangkit listrik dari Soe NTT sebanyak 4 unit. Dari jumlah tersebut,3 mesin dengan daya 700 KW sudah koneksi sedangkan satu mesin 300 KW masih perbaikan.
“Dengan adanya penambahan mesin,daya kami pas-pasan dimana saat beban puncak dibutuhkan daya sebesar 4.160 KW sementara daya mampu mesin kami 4.180 KW,” terangnya.
Daya sisa sebesar 20 sampai 30 KW tersebut menurut Rodja sangat kecil.Hal ini diperparah dengan terbakarnya generator satu unit mesin PLN dengan daya 500 KW sejak awal bulan Juni.Dengan demikian, selama 7 hari terakhir defisit listrik meningkat menjadi 500 KW dan masih ada pemadaman bergilir.
“Saat ini mesin tersebut sedang diperbaiki,sehingga bila hari ini sudah siap dioperasikan dan berjalan normal maka tidak ada pemadaman tapi kalau dayanya hanya 300 KW maka pemadaman masih berlangsung,” paparnya.
Pemadaman dilakukan di wilayah baik di dalam kota maupun luar kota dengan ssitem 5 hari sekali mulai jam 18.00 WITA sampai 22.00 WITA. Tapi bila mesin 500 KW bisa dioperasikan sambung Rodja, maka daya mencukupi dan dijamin tidak ada pemadaman bergilir.
Namun PLN Rayon Larantuka ungkap Rodja, masih memiliki mesin dengan daya 500 KW yang sejak bulan Mei 2016 dikirim ke Surabaya untuk perbaikan. Bulan Agustus 2016 mesin tersebut selesai diperbaiki dan akan dikirim kembali ke Larantuka.
“Bila mesinnya sudah tiba di Larantuka dan dioperasikan, saya jamin tidak akan terjadi pemadaman lagi,” pungkasnya.(Ebed de Rosary)