Warga Palas Pertahankan Tradisi Bersih Makam Jelang Ramadhan

RABU, 1 JUNI 2016

LAMPUNG — Salah satu kebiasaan masyarakat atau tradisi saat menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan yang masih dipertahankan, yakni melakukan kegiatan gotong royong bersama dan membersihkan kuburan. Kegiatan pembersihan areal makam bertujuan agar terlihat lebih nyaman dan areal kuburan nampak indah dipandang, selain itu mempermudah saat akan berziarah bagi sanak keluarga untuk mengunjungi makam orang yang telah meninggal.

Suasana ini terlihat di Desa Susukan Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan yang mulai membersihkan makam selama hampir tiga hari berturut turut. Menurut juru kunci makam Desa Susukan, Jamian (67) kegiatan pembersihan makam merupakan tradisi tahunan terutama menjelang bulan suci Ramadhan terlebih beberapa hari sebelum peziarah datang terutama keluarga yang memiliki anggota keluarga dimakamkan di area pemakaman tersebut.

“Sudah tradisi di sini dan kami lakukan secara gotong royong mulai dari membersihkan pagar, cungkup, batu nisan, mencabuti rumput bahkan mengecat pagar makam,”ungkap Jamian kepada Cendana News di areal pemakaman Desa Susukan, Rabu (1/6/2016).
Seluruh masyarakat warga Susukan yang didominasi kaum pria bergotong royong di makam sementara kaum perempuan menyiapkan makanan untuk pekerja yang membersihkan makam. Mengingat areal pemakaman cukup luas sekitar tiga hektar pelaksanaan gotong royong dibagi dalam beberapa kelompok warga secara bergantian selama tiga hari bahkan bisa sepekan.
“Tahun sebelumnya kita bersihkan selama sepekan karena kondisi rumput cukup banyak dan pasca musim hujan sehingga jelang dibersihkan banyak rumput selain itu kita bersihkan bagian makam juga,”ungkapnya.
Jamian mengaku makam yang telah ada sejak tahun 1960 tersebut menjadi area pemakaman bagi warga Desa Banyumas, Desa Blora, Desa Kedu, Desa Susukan, serta beberapa desa di Kecamatan Palas. Selain itu tradisi pembersihan makam sudah menjadi kebiasaan kita warga masyarakat, bila memasuki hari–hari besar islam kita melakukan gotong royong membersihkan kuburan.
Ditempat yang sama, Samad (39) warga Desa Susukan menjelaskan, suasana seperti ini sudah menjadi tradisi di Palas setiap tahun dengan melakukan kegiatan gotong royong kuburan. Pelaksanaan gotong royong tersebut dilakukan agar memberi kenyaman bagi masyarakat terutama yang beragama Islam agar melaksanakan peribadatan pada bulan Ramadhan tahun ini dapat lebih nyaman dikarenakan kuburan yang berdekatan dengan lokasi masjid sudah bersih.
“Bukan hanya kuburan yang berdekatan dengan masjid saja, yang lainnya juga yang merupakan area pemakaman pribadi jika tanpa ada pengurusnya pasti ada ahli waris dan dipercayakan untuk dibersihkan kita bersihkan bersama-sama,”terangnya.
Ia juga mengaku meski ada beberapa anggota keluarga tidak bisa ikut melaksanakan gotong royong namun membantu dalam bentuk lain berupa uang kebersihan dan keperluan selama proses pembersihan makam.
Jamian selaku juru kunci yang telah bertugas sejak tahun 1998 mengaku berterima kasih kepada warga yang telah berpartisipasi dalam melaksanakan gotong royong membersihkan pusara agar nampak indah dan rapi, sekaligus memberikan perhatian sekaligus melaksanakan do’a agar pada saat melaksanakan Ibadah Puasa diberikan kekuatan dan kesehatan oleh Allah.
“Tentunya selain membersihkan pusara kita juga berdoa dan bagi keluaraga yang telah meninggalkan kita hendaknya akan diberikan pengampunan di alam kuburnya atas permohonan dan do’a kita yang masih diberikan umur panjang hidup di alam dunia,”ungkapnya.

Area pemakaman bagi warga yang meninggal beberapa desa tersebut menurut Jamian telah berisi ribuan makam dan berada di pinggir jalan lintas antar Kecamatan. Perluasan makam direncanakan akan dilakukan dengan semakin sempitnya area peristirahatan terakhir tersebut.
[Henk Widi]
Lihat juga...