RABU, 1 JUNI 2016
SOLO — 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila diperingati oleh ratusan Banser dan Ansor di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Salah satu ormas besar di Indonesia ini memperingati hari lahirnya Pancasila dengan menggelar Apel Kesetiaan Pancasila dan NKRI.

Wakil Ketua Anshor Karanganyar, Maksum, menyatakan peringatan hari lahir Pancasila merupakan moment penting untuk penegasan komitmen bangsa Indonesia kepada Pancasila. Penegasan ini merupakan langkah strategis, karena dengan sendirinya merupakan penegasan pada UUD 1945 dan komitmen untuk menjaga NKRI. Baik secara geografis, politik, ekonomi dan budaya. “Penegasan ini untuk menjaga semangat Bhineka Tunggal Ika sebagai pilar Bangsa ini,” paparnya kepada Cendana News, Rabu (1/6/16).
Di hari Lahir Pancasila, lanjut Maksum, segenap kader Anshor dan Banser kembali mengingat Deklarasi Hubungan Pancasila dan Islam, sebagaimana hasil keputusan Munas Alim Ulama Nahdlatul Ulama tahun 1983 di Situbondo silam. Pertama, Pancasila sebagai dasar dan falsafah NKRI adalah prinsip fundamental namun bukan agama, tidak dapat menggantikan agama dan tidak dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama.
Kedua, Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar Negara yang menjiwai sila-sila lain mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam islam. Ketiga, bagi NU, Islam adalah aqidah dan syariah meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antar manusia. Keempat, penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dan upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan kewajiban agamanya. “Dan ke Lima, sebagai konsekuensi dari sikap tersebut, NU berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekuensi oleh semua pihak,” jelas Maksum.
Yang sangat memprihatinkan, tambah Maksum, nilai-nilai Pancasila mulai luntur di generasi bangsa Indonesia. Ini terlihat maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, pemimpin yang tak amanah, serta banyaknya kasus korupsi. Oleh karena itu, Anshor dan Banser sebagai ormas islam di Indonesia akan kembali menanamkan jiwa-jiwa nasionalisme, Pancasila-isme, serta jiwa kebangsaan.
“Kita akan mulai dari internal kami sendiri dengan mulai menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Langkah awal ini dinilai lebih efektif untuk mengembalikan norma-norma Indonesia sebagai bangsa timur yang menekankan sikap gotong royong, tepo sliro, dan santun,” pungkasnya. (Harun Alrosid).