Titiek Soeharto Berbagi Paket Sembako di Ponpes Al Mujahadah Lempuyangan

SABTU, 18 JUNI 2016

YOGYAKARTA — Warga Kampung sekitar Pondok Pesantren Al Mujahadah di Kampung Lempuyangan, Bausasran, Danurejan, tak luput dari aksi kepedulian sosial bagi sembako 5.000 paket yang dilakukan Titiek Hediati Soeharto, pada Sabtu (18/6/2016). Bagi sembako tersebut dilakukan sebagai ungkap syukur atas rahmat Tuhan dengan berbagi berkah kepada sesama di Bulan Ramadhan.

Bantuan paket sembako diberikan Titiek Hediati Soeharto kepada 400 warga sekitar Pondok Pesantren Al Mujahadah di tiga Rukun Warga di Kampung Lempuyangan, dan dua Kampung lain di sekitarnya yaitu Kampung Macanan dan Tegal Lempuyangan. Penyerahan bantuan paket sembako tersebut dilangsungkan di Pondok Pesantren Al Mujahadah, dihadiri para sepuh Pondok dan perangkat kelurahan setempat.
Mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Al Mujahadah Lempuyangan, Gus Aris Munandar mengatakan terimakasih dan berharap agar keiklasan Titiek Soeharto bisa menjadi berkah tersendiri bagi warga yang membutuhkan. Sementara itu, Titiek berharap agar pemberian tersebut tak dilihat dari nilai materinya. Melainkan semangat silaturahim dan keiklasan dari pemberian itu, sehingga persaudaran bisa senantiasa terjalin erat.
“Ini adalah wujud syukur saya atas rahmat Tuhan yang telah diberikan kepada saya selama ini. Semoga pemberian yang sedikit ini bisa meringankan beban dapur ibu-ibu di saat harga sembako naik menjelang lebaran”, ungkap Titiek.
Pondok Pesantren Al Mujahadah merupakan satu-satunya Pondok Pesantren tertua yang ada di dalam Kota Yogyakarta. Keberadaanya sudah sejak zaman lampau, dan hingga kini menjadi pondok bagi para santri yang telah banyak menimba ilmu agama di pesantren lain. 
Santri Pondok Pesantren Al Mujahadah, Gus Dadin, menjelaskan, Al Mujahadah bukan pondok pesantren yang terdaftar resmi seperti pondok pesantren lainnya. Sejak pertama ada, katanya, pondok ini hanya menjadi tempat belajar mengaji laku bagi para santri yang sudah menamatkan pendidikannya di pesantren lain. Karenanya, para santri paling lama hanya akan berada di pondok selama 40 hari untuk menjalani laku dengan mujadahan.
Gus Dadin mengatakan, Al Mujahadah didirikan oleh Simbah Kyai Asyhari, yang jika dirunut masih merupakan keturunan Simbah Kyai Nur Iman di Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman. Al Mujahadah kemudian terus lestari dengan pola pengajaran yang sejak awal tak pernah berubah. Kepemimpinannya turun temurun dan kini berperan sebagai sesepuh pondok adalah Kyai Misbakhul Munir, putra menantu dari Simbah Kyai Ahmad Daldiri yang merupakan putra dari Simbah Kyai Asyhari. (koko)
Lihat juga...