JUMAT, 17 JUNI 2016
MAUMERE — Proses yang dinilai lama dan melewati proses panjang diduga menjadi penyebab turunnya jumlah pengiriman dan harga kambing dari Sikka, NTT ke Bone, Sulawesi Selatan. Tahun sebelumnya, harga kambing bisa mencapai Rp.1,5 juta, turun drastis menjadi Rp.500 ribu hingga Rp.700 ribu per ekor.

Pedagang kambing asal Sikka, Paulus Meto menyebutkan, pihaknya sudah mencoba untuk mencari jalan keluar dengan mendatangi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dan harus mengurus ke provinsi.
“Jadi sekarang kami hanya menunggu saja, kalau rekomendasinya sudah ada baru kami kirim kambingnya,” ujarnya..
Rekomendasi dari provinsi Sulawesi Selatan yang dikirim ke dinas Peternakan provinsi NTT di Kupang, prosesnya berlarut-larut. Belum lagi rekomendasi tersebut mengendap di kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu provinsi NTT.
“Kalau sudah ada rekomendasi baru kami beli kambing di masyarakat dan mengirimnya ke Bone,” terangnya.

Sebelum diberlakukan aturan pengurusan izin pengiriman ternak antar provinsi tersebut awal tahun 2016, pengiriman kambing dari Sikka ke Bone bisa mencapai 2 ribu ekor. Saat ini hanya bisa dikirim maksimal 200 ekor sebulan.
“Waktu sosialisasi kepada pedagang petugas di dinas Peternakan NTT mengatakan waktu pengurusan izinnya hanya sehari, tapi kenyataannya tidak sesuai apa yang dikatakan,” sesalnya.
[Ebed De Rosary]