SABTU, 18 JUNI 2016
MALANG — Mulai tanggal 10-24 Juni 2016 mendatang, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) khususnya mahasiswa baru yang ingin mengetahui informasi seputar Uang Kuliah Tunggal (UKT), Bidikmisi, SPP dan Informasi Beasiswa, bisa langsung datang ke stan Crisis Center Advojakpus di depan gedung Rektorat UB.

Dirjen Advokasi dan Kebijakan Kampus Eksekutif Mahasiswa UB, Puji Rahayu mengatakan, tujuan dari adanya Crisis Center ini yaitu mempermudah mahasiswa untuk mendapatkan informasi mengenai kebijakan kampus terutama yang menyangkut masalah UKT.
“Di sini kami membantu dan memfasilitasi mahasiswa yang ingin mengajukan permohonan penundaan atau penurunan UKT yang tidak sesuai dengan kondisi finansial mereka. Misalnya saja, mereka yang benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu tapi justru mendapatkan UKT yang tinggi,”ungkapnya, Sabtu (18/6/2016).
Puji menyampaikan, dari mulai di buka pada tanggal 10 Juni lalu, sudah ratusan pengaduan yang mereka terima. Menurutnya, banyak mahasiswa bahkan orang tua yang datang ke Crisis Center menyampaikan berbagai pengaduan terutama mengenai UKT.
“Banyak yang datang kesini menanyakan tentang UKT, mulai dari besaran nominal angkanya di masing-masing fakultas, cara penentuannya sampai menanyakan bagaimana cara melakukan penundaan atau penurunan UKT. Disini kami juga memiliki contoh berkas yang bisa digunakan untuk pengajuan penurunan UKT,”terangnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa berkas-berkas tersebut bisa mereka serahkan kembali kepada Crisis Center yang nantinya akan di serahkan kepada fakultasnya masing-masing atau bisa juga dalam kondisi tertentu bisa langsung kami serahkan ke pihak rektorat melaui Wakil Rektor 2.
Disebutkan, Crisis Center buka setiap hari kecuali Minggu. Senin-Jumat 09.00-16.00 WIB dan Sabtu 09.00-15.00 WIB.
[Agus Nurchaliq]